Menu

UMP di Kabupaten Sangihe Cuma Jadi Wacana

  Dibaca : 24 kali
UMP di Kabupaten Sangihe Cuma Jadi Wacana
Kadis Nakertrans Sangihe : Dokta Pangandaheng.(foto : Ist)

indoBRITA,Sangihe – Upah Minimum Provinsi (UMP) di Kabupaten Sangihe cuma jadi wacana hingga saat ini perealisasiannya belum maksimal, masih banyak perusahaan termasuk mini market yang memberlakukan upah pekerja di bawah standar.

 

 

Kepala Dinas Tenaga kerja dan Tarnsmigrasi (Disnaker) Kabupaten Sangihe Dokta Pangandaheng saat dikonfirmasi Jumat, (10/08/18) tidak menampiknya, bahkan dirinya mengakui tak hanya UMP yang masih belum diberlakukan menyangkut dengan perjanjian kerja perusahaan dan pekerja juga sebagian besar tidak dilakukan oleh perusahaan.

 

 

”Memang sejauh ini sebagian besar perusahaan di Sangihe belum menerapkan UMP, termasuk perjanjian kerja oleh pemberi kerja dan pekerja juga tidak dilakukan, sehingga sangat sulit bagi pengusaha menerapkan UMP ketika pihak perusahaannya tidak melakukan perjanjian kerja,” terangnya.

 

 

Pangandaheng juga mengungkapkan pihaknya sudah melakukan berbagai terobosan untuk pemberlakuan UMP di setiap perusahaan bahkan minimareket baik dari sosialisasi, maupun pendekatan kepada pihak perusahaan dan hasilnya belum terealisasi semua, dengan banyaknya Perusahaan yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe hanya tiga perusahaan yang menerapkan UMP.

 

 

“Jadi hambatan belum diterapkannya UMP karena belum ada perjanjian kerja yang dilakukan perusahaan, dan hal ini kami telah mendorong perusahaan untuk melakukannya, sebab sebagaimana undang-undang yang berlaku, seseorang yang sudah lebih dari tiga bulan atau 9 bulan bekerja, harus ditetapkan sebagai pekerja tetap dengan kerja efektif 8 jam sehari,” kuncinya.(nty)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional