Menu

Nasdem Jamin Kasus Dugaan Korupsi Dana Bencana Tetap Berproses di Kejagung

  Dibaca : 180 kali
Nasdem Jamin Kasus Dugaan Korupsi Dana Bencana Tetap Berproses di Kejagung
Sekjen DPP Partai Nasdem Johnny G. Plate (foto: istimewa)

indoBRITA, Jakarta-Partai Nasdem angkat bicara soal sentilan dan tudingan memberi perlindungan atau suaka kepada Wali Kota Manado GS. Vicky Lumentut (GSVL). Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G. Plate menjamin kasus yang sedang dihadapi GSVL akan tetap berproses di Kejaksaan Agung (Kejagung) meski sang politisi sudah berseragam Nasdem.

Plate yakin Kejagung akan tetap mengusut kasus dugaan korupsi bantuan bencana banjir  di Manado tahun 2014. “Kalau kasus-kasus itu, masalah hukum kita serahkan pada perangkat hukum. Kami meyakini bahwa Kejaksaan Agung, kebetulan Jaksa Agung sudah mengatakannya, Kejagung akan berjalan di atas rel-rel hukum. Itu mendapat dukungan kuat dari NasDem bahwa memang harusnya demikian,” kata Johnny di kawasan Menteng, Jakarta seperti dilansir dari tirto.id

GSVL seperti diketahui adalah Ketua DPD Demokrat Sulut. Ia dua kali maju Pilwako Manado dengan mengguakan Partai Demokrat.

Karena itu kepindahannya mengagetkan banyak kalangan Apalagi terjadi saat KPU sudah mengumumkan daftar calon tetap (DCT) legislatif di semua tingkatan. GSVL dianggap meninggalkan tanggung jawabnya di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Spekulasi pun merebak kalau Wali Kota Manado dua periode ini hijrah ke Nasdem untuk mencari ‘perlindungan’. Maklum, dia sudah dua kali mendapatkan panggilan dari Kejagung karena dugaan dana bencana 2014.

DPP Partai Demokrat melalui Sekjen Hinca Panjaitan saat menyampaikan pernyataan sikap pun menduga seperti itu. Pada poin ketiga, DPP menyebut perpindahan GSVL ke Nasdem patut diduga terkait dengan permasalahan hukum yang sedang dihadapinya dan berupaya mencari lokomotif perlindungan politik.

DPP Partai Demokrat pun memberhentikan GSVL secara tidak hormat. Selanjutnya, kepemimpinan DPD Sulut diambil alih oleh DPP Partai Demokrat

Di sisi lain,  Wakil Sekjen DPP Demokrat Andi Arief di akun twitternya mempertanyakan posisi Jaksa Agung HM Prasetyo.  Diketahui HM Prasetyo adalah kader Nasdem. Sebelum menjabat Jaksa Agung,  ia pernah  menjadi anggota DPR RI Fraksi Nasdem periode 2014-2019.

“Jokowi ini tahu apa pura-pura enggak tahu atau malah terlibat dalam urusan abuse of power Jaksa Agung yang menjadi ketua DPD Nasdem provinsi kejaksaan?” tulisnya di akun Twitter.

Selang beberapa saat, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta maaf kepada Jokowi melalui akun Twitter pribadinya atas cuitan Andi tersebut.

Sementara  Plate menilai kepindahan GSVL dari Demokrat ke Nasdem adalah hal biasa. “Perpindahan politikus dari parpol satu ke parpol lain itu berlangsung natural dan sudah lama. Tidak hanya di Indonesia terjadi,” katanya. (red/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional