Menu

KKB Bunuh 31 Pekerja Trans Papua dan Satu Anggota TNI

  Dibaca : 97 kali
KKB Bunuh 31 Pekerja Trans Papua dan Satu Anggota TNI
Aparat berjaga di Timika (fto: detik.com)

Yudi Kristanto: Selama Ini PT Istaka Karya Tak Punya Masalah

indoBRITA, Jayapura-Sebanyak 31 pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua dibunuh oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). 31 pekerja itu adalah karyawan PT Istaka Karya, perusahaan yang mengerjakan Proyek yang berada di distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Selain menembak 31 pekerja, KKB juga menyerang Pos TNI Yonif 755/Yalet di Mbua, Nduga, dan menyebabkan 1 orang anggota TNI tewas dan satu terluka.

“Tadi malam KKB juga melakukan penyerangan terhadap Pos Satgas Yonif 755/ Yalet, menyebabkan 1 anggota tewas ditembak. Pos ini merupakan pos TNI terdekat dengan lokasi kejadian (pembantaian pekerja jembatan),” kata Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi saat ditemui wartawan di Makodam Cenderawasih di Jayapura, seperti dilansir Detik. Com, Selasa (4/12/2018).

Dax mengatakan saat ini telah dipersiapkan evakuasi korban dengan pesawat helikopter menuju Wamena.  “Menyangkut nama, sampai saat ini belum dapat kami terima, karena hubungan komunikasi dengan Pos Yonif 755/Yalet sulit,” katanya.

Baca juga:  Perampokan di Indomaret Bahu Terekam CCTV

Dax menambahkan, untuk mengejar kelompok KKB, telah diberangkatkan personel gabungan TNI/Polri sebanyak 150 orang dan langsung dipantau Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring dan Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin, yang saat sudah berada di Wamena.

“Pasukan yang kita gerakkan dari Wamena sudah line up di pos TNI Yonif 755/Yalet merupakan gabungan TNI dan Polri,” ujarnya.

Soal penembakan 31 pekerja itu, Corporate Secretary Istaka Karya Yudi Kristanto selama pengerjaan proyek belum pernah ada masalah. Menurut dia, proyek tersebut sudah dikerjakan sejak 2016 akhir dan ditargetkan selesai pada 2019. Dia menegaskan selama pengerjaan proyek belum pernah ada masalah.

“Selama ini tidak ada masalah. Kita menyesuaikan kondisi,” ujar Yudi, masih dilansir dari Detik. Com

Selama ini pengerjaan proyek selalu menyesuaikan kondisi keamanan di lokasi proyek. Jika ada KKB ataupun gerakan ekstrimis lainnya, mereka memilih untuk menghentikan proyek sejenak.

Baca juga:  Oknum Pegawai KSOP Tertangkap Tangan Terima Fee Pengurusan SPB

“Di sana itu kan ada OPM, ada apa. Jadi kalau ada aktivitas seperti itu kita berhenti dulu. Kita juga berkoordinasi dengan aparat setempat,” tambahnya.

Yudi menambahkan, dalam mengerjakan proyek jembatan itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat pengamanan baik TNI maupun Polri.

Sementara Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Piter Reba menyebut KKB sudah lama memberikan ancaman membunuh orang yang lewat di jalan tersebut. Ancaman itu diwujudkan saat hari Papua Merdeka.

“Informasi yang kita terima, di saat KKB merayakan peringatan hari OPM/TPN pada 1 Desember 2018, salah satu dari pekerja mengambil foto. Hal itu kemudian diketahui oleh kelompok KKB, yang membuat mereka marah dan mencari orang yang mengambil foto hingga berimbas pada pekerja lainnya yang ada di kamp pembangunan jembatan,” kata Yan Reba. (dtc/adm)

 

 

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional