Menu

Hebat…!!Dalam Sehari, Jerry Sambuaga Tiga Kali Tampil di TV Nasional

  Dibaca : 33 kali
Hebat…!!Dalam Sehari, Jerry Sambuaga Tiga Kali Tampil di TV Nasional
Jerry Sambuaga (tengah) di Kompas TV (fto: nji)

indoBRITA, Jakarta-Jerry Sambuaga makin sering diundang sebagai narasumber di televisi (TV) nasional. Selasa (4/12/2018) malam misalnya, personil Komisi 1 DPR RI dua kali tampil di Kompas TV dan sekali di Metro TV.

Di Kompas TV pada sesi pertama, personil Komisi I DPR RI ini mewakili Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf membahas masalah korupsi, khususnya pernyataan calon presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto soal korupsi di Indonesia yang sudah stadium empat. “Paramaternya apa sehingga korupsi di Indonesia disebut sudah kategori  stadium empat? Dalam catatan saya, justru di era Pak Jokowi, penanganan korupsi makin membaik,” ujar Jerry.

Putra mantan Menteri Perumahan Rakyat Theo Sambuaga ini mencontohkan penangkapan sejumlah kepala daerah, termasuk pimpinan DPR RI dan legislator Senayan di era Presiden Jokowi. “Penangkapan korupsi tak pandang. Indeks persepsi korupsi dan penanganannya sangat baik,” kata Jerry.

Ditanya bagaimana penanganan korupsi yang lebih baik kedepan, salah satu wakil Sulut di Senayan ini menyebut perlu transparansi dalam segala bidang. “E-budgeting, pengumuman secara online dan elektronik semua proyek dan kegiatan pembangunan sehingga masyarakat bisa mengawasi,” ucapnya.

Jerry Sambuaga di Metro TV (foto: nji)

Penanganan korupsi secara transparan menurut pria yang meraih gelar Master of International Affairs (MIA) in International Security Policy dari School of International and Public Affairs (SIPA), Columbia University, New York AS ini menjadi semangat Jokowi-Ma’ruf.

Baca juga:  Mahfud, Moeldoko dan Ma’ruf Amin Berpeluang Jadi Cawapres Jokowi

“Harus dimulai dari pikiran, kemudian bertindak dengan baik. Membudayakan yang baik dan memberikan keteladanan adalah salah satu cara memberantas korupsi. Korupsi harus hilang dari Indonesia,” katanya.

Sementara pada sesi kedua, Jerry dihadirkan Kompas TV bersama Direktur Perludem Titi Anggraini untuk membahas soal kinerja DPR RI jelang Pileg dan Pilpres 2019. DPR RI jadi sorotan karena mayoritas publik tak puas dengan kerja wakil mereka di Senayan.

Salah satu indikatornya adalah minimnya produk legislasi yang dihasilkan. “Hasil survei salah satu lembaga research juga menyebutkan 61 persen masyarakat menilai buruk kinerja anggota DPR RI.” kata pemanda acara.

Untuk hal ini, Jerry berharap kontribusi media dengan meliput kegiatan wakil rakyat, baik pada saat hearing maupun paripurna. “Media yang akan membuka semuanya. Saya harap pembahasan di DPR RI dan sidang-sidang dilakukan secara terbuka supaya masyarakat bisa mengetahuinya,” ungkapnya.

Menyangkut minimnya produk legislasi, pendiri dan Direktur The Zoom Strategist Jakarta ini menyampaikan bagaimana dinamika dan proses menghasilkan suatu produk legislasi. “Produk legislasi jangan hanya dilihat dari kuantitas, tapi juga kualitasnya. Jangan sampai setelah itu di-judicial review di Mahkamah Konstitusi,” katanya.

Baca juga:  Mata Najwa Berhenti Tayang, Banyak Warga yang Kecewa dan Sedih

Topik soal minimnya produk legislasi yang dihasilkan DPR RI juga menjadi pembahasan utama Metro TV. Pada sesi ini Jerry yang mewakil Fraksi Partai Golkar DPR RI berdampingan dengan beberapa narasumber lainnya seperti Wakil Ketua DPP PDIP Andreas Parera dan Sekjen PPP Asrul Sani.

“Tak mudah menghasilkan produk undang-undang.Di sini berbagai kepentingan perlu diakomodasi dan harus memberikan memberikan perlindungan kepada warga,” ucapnya.

Ia menyebut tak ada kaitan antara tahun politik dengan produk legislasi. “Kualitas produk legislasi juga menjadi pertimbangan,” ungkapnya.

Menyangkut janji kampanye, Jerry meminta masyarakat untuk jeli melihat wakilnya di legislatif. “Lihat kinerjanya dan bagaiman keseriusannya berjuang di legislatif,” ucapnya.

Sebelum di Kompas TV dan Metro TV, Jerry sebelumnya juga tampil di CNN TV untuk membahas kebijakan Jokowi menggratiskan tol jembatan Suramadu. Bahkan pekan sebelumnya, dosen terbang pada beberapa perguruan tinggi ternama jadi pembicara di Thailand, Jerman dan Australia.

Sering tampil di TV nasional dan jadi narasumber di sejumlah forum internasional menjadi nilai plus mantan fungsionaris DPP KNPI dan AMPI ini.

“Dia tenang, menguasai materi dan berwawasan luas serta komunikatif. Dia cocok jadi Menteri Luar Negeri Indonesia berikutnya,” kata Saleh Ngiu, Wakil Ketua Sulut Press Cub (SPC). (adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional