Menu

Tahun 1855, Pulau Mansinam Ditemukan Dua Misionaris asal Jerman

  Dibaca : 22 kali
Tahun 1855, Pulau Mansinam Ditemukan Dua Misionaris asal Jerman
Bupati CEP saat foto bersama disalah satu gereja di Pulau Mansinam, Manokwari. (ist)

 

indoBRITA, Mansinam – Bupati DR. Christiany Eugenia Paruntu,SE disela-sela berada di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat juga mengunjungi pulau Mansinam. Keistimewaan di pulau yang berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat kota Manokwari ini memang bukan terletak pada panorama alamnya.

‘’Mansinam adalah saksi sejarah warga Manokwari, dimana sebuah peradaban baru dimulai di pulau ini. Manokwari, dan pada  akhirnya menyebar hingga ke seluruh daratan Papua. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa Papua tidak akan mengenal modernisasi bila para misionaris tidak menginjakkan kaki di Pulau Mansinam,’’ujar bupati Tetty Paruntu melalui staf Humas dan Protokoler Setdakab Minsel Everly Octavianus.

Kata bupati CEP, sesuai informasi yang diterima. Pada tanggal 5 Februari 1855, dua orang misionaris asal Jerman yang bernama Carl Wilhelm Ottouw dan Johann Gottlob Geissler menginjakkan kaki di wilayah Papua untuk pertama kalinya. Mereka sampai di pulau Mansinam setelah sebelumnya melakukan pelayaran panjang dan singgah di Batavia, Makassar. Serta terus di Ternate. Sebagai misionaris, tugas utama mereka adalah memberitakan kabar baik yang tertulis di dalam Injil.

Baca juga:  Bupati CEP Prihatin, Masih Ada Akun Palsu Beredar Atas Namanya

‘’Banyak peninggalan bersejarah terkait keberadaan Ottouw-Geissler yang dapat ditemui di Pulau Mansinam. Dimulai dari sebuah salib tugu peringatan masuknya Injil di tanah Papua, ia berdiri begitu indah dan mempunyai prasasti bertuliskan bahasa Jerman dengan penjelasan bahwa Ottouw-Geissler adalah misionaris pertama yang tiba di Mansinam pada tanggal 5 Februari 1855,’’ceritanya.

Bupati CEP juga menceritakannya, selain monumen yang begitu fenomenal, sisa bangunan gereja yang dulu pertama dibangun oleh Ottouw-Geissler pun masih dapat dilihat. Walau saat ini hanya tinggal pondasinya saja.

‘’Di samping gereja, terdapat sebuah sumur tua yang dulu dibuat oleh Ottouw-Geissler sebagai sumber air yang berguna bagi seluruh penduduk pulau. Hebatnya, sumur tua itu masih tetap digunakan hingga kini dan menjadi saksi penting dari sejarah peradaban di pulau Mansinam,’’kuncinya sambil menyebut, pertama kali datang ternyata pulau ini sangat indah dan memberikan banyak manfaat dibidang kerohanian. (ape)

Baca juga:  22 Kelurahan di Sangihe Kecipratan Dana 339 Juta
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional