Menu

Pelabuhan Bitung Turun Kelas, Kelanjutan IHP Terancam

  Dibaca : 49 kali
Pelabuhan Bitung Turun Kelas, Kelanjutan IHP Terancam
Pelabuhan Bitung (foto: ist)

indoBRITA, Jakarta- Masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) siap-siap kecewa. Upaya yang dilakukan sejak lama demi terwujudnya Pelabuhan Bitung sebagai Internasional Hup Port (IHP) terancam batal.

Keluarnya Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Nomor PM 76 tahun 2018, jadi salah-satu penghambat terwujudnya IHP Bitung.

Peraturan ini berisi tentang perubahan status pelabuhan Bitung, Sulut menjadi pelabuhan kelas II. Padahal berdasarkan peraturan Menteri Perhuhungan No. PM 36 tahun 2012 status pelabuhan Bitung adalah kelas I.

Sekjen MMLTI Dr. Jopie Jehosua, MS. Tr menghadap lensa ketika memberikan keterangan di kantornya soal masalah IHP Bitung. (foto: drl)

Kebijakan Pemerintah Pusat ini mendapat reaksi keras Masyarakat Maritim & Tranporti Indonesia (MMLTI). MMLTI melalui Sekretaris Jenderal Dr. Jopie Jehosua mengatakan menyayangkan ada peraturan menteri ini.

Baca juga:  Kapal Beresiko Penyakit Menular Tidak Bisa Sandar dan Keluar Dari Pelabuhan Bitung

“Hal ini akan menjadi tanda tanya besar bagi calon investor tentang sistem regulasi di Indonesia. Apalagi keputusan ini tidak dengan peraturan pemerintah dan peraturan presiden “ujarnya.

Lanjut Jehosua, pada Peraturan Pemerintah nomor 26 tahun 2012, Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 3 tahun 2016 serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 901 tahun 2016 Bitung telah di tetapkan sebagai IHP.

Menurut Jehosua ada juga masalah lain yang harus segera diselesaikan terkait IHP Bitung, yaitu penentuan titik koordinat lokasi pembangunan IHP.

Terkait masalah IHP, Jehosua mengatakan MMLTI akan menggelar Focum Group Discussian (FGD) pertengahan Desember bekerja sama dengan GPPMP ” Kami akan gelar FGD  ini tanggal 12 Desember, karena kalau tidak salah Februari nanti peraturan menteri akan berlaku,” tambahnya.

Baca juga:  Pengusaha Galian C Diduga Kangkangi Polres dan Pemkot Bitung

Sementara itu Dosen Universitas Pelita Harapan Dr. Donald Pokatong mengatakan IHP Bitung diharapkan dampak multiplier effect, tidak hanya untuk pembangunan Sulut, tapi Indonesia Timur.

“Pemerintah dan stake holders di Sulut harus bersatu, bergerak cepat. Ingat Fillipina kalau tidak salah sedang membangun juga IHP,” ucap Pokatong. (drl).

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional