Menu

Dianggap Tak Sejalan, Bara Hasibuan Diminta Mundur dari PAN

  Dibaca : 133 kali
Dianggap Tak Sejalan, Bara Hasibuan Diminta Mundur dari PAN
Bara Hasibuan Walewangko di Metro TV (foto: Bara Hasibuan FB)

indoBRITA, Jakarta– Sikap Bara Hasibuan Walewangko membela pengurus dan kader PAN di daerah yang mendukung Jokowi memunculkan dinamika di internal partai berlambang matahari itu. Ada suara yang menginginkan Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PAN itu dicopot atau mundur.

“Bukan di internal secara resmi, ya. Tapi memang ada beberapa kader, lintas daerah lah. Bukan khusus DPP, bukan provinsi tertentu, tapi beberapa teman dari lintas daerah mengusulkan Bang Bara itu diminta keterangan lah, dipanggil sebenarnya bagaimana sikapnya di Pilpres 2019,” kata Ketua DPP PAN, Yandri Susanto kepada wartawan di gedung DPR, Senayan. Jakarta, seperti dilansird dari Detik.Com, Senin (7/1/2019).

Yandri menerangkan, dinamika soal Bara Hasibuan itu baru sebatas diskusi, belum ada pengajuan resmi dari pengurus partai. Namun, diakui Yandri, diskusi soal Bara menghangat di kalangan internal.

“Tapi itu diskusi memang menghangat. Bang Bara memang harus patuh terhadap keputusan DPP. Kalau dia jelas-jelas bertolak belakang dengan keputusan DPP, ya, dia harus menerima risikonya. Mungkin itu yang diminta teman-teman supaya diperjelas, Bang Bara itu gimana sih sebenarnya sikapnya,” tutur Yandri.

Baca juga:  Parpol Harus Serius Lakukan Pendidikan Politik pada Generasi Milenial

“Kalau kita pantau selama ini kan terus terang Bang Bara sikapnya bertolak belakang dengan DPP kan belum. Tapi komentar-komentarnya terkadang memang agak berbeda dengan yang lain. Makanya itu mungkin aspirasi yang mengikuti perkembangan,” imbuh politikus asal Banten ini.

Bara sendiri saat dikonfirmasi sejumlah wartawan mengaku belum mengetahui adanya desakan pada dirinya untuk mundur. Satu dari enam wakil Sulaweesi Utara (Sulut) di DPR itu heran dengan munculnya desakan di internal partai yang menginginkan dirinya mundur.

“Saya belum diberitahu oleh DPP bahwa ada surat yang beredar yang mendesak saya untuk mundur atau dipecat,” ujar Bara.

Putra Sonder lulusan S3 Harvard University ini heran jika dirinya dianggap tidak sejalan dengan partai. Sebab, apa yang dilakukan dia selama ini demi kepentingan PAN.

“Sikap politik seperti apa saya juga nggak mengerti. Yang jelas apa yang saya lakukan adalah membela para pengurus daerah yang melakukan deklarasi untuk mendukung Jokowi. Saya bisa memahami apa yang mereka lakukan dan betul yang mereka lakukan itu adalah untuk kepentingan partai dalam konteks pileg April ini dan mereka tahu sendiri realita daerah mereka masing-masing,” tuturnya.

Baca juga:  Diduga Dihantam Angin Kencang, Nelayan Manembo-nembo Ditemukan Tewas di Pinggir Pantai

“Sehingga mereka menganggap bahwa keputusan mendukung Jokowi itu adalah keputusan yang harus diambil demi kepentingan partai, demi kebutuhan bahwa partai harus mendapat suara yang signifikan di daerah mereka masing-masing,” sambung Bara.

Bara menegaskan, selama ini dirinya fokus pada Pileg 2019. Namun, dia enggan secara tegas menyatakan ke mana arah sikap politiknya terkait Pilpres 2019.

“Saya begini ya, saya konsentrasi diminta PAN untuk bisa mempertahankan kursi PAN di Sulut. Saya konsentrasi di situ. Saya bolak-balik Jakarta-Menado untuk konsentrasi di situ. Karena saya bekerja keras agar bisa kursi itu dipertahankan. Dan itu memang instruksi dari partai kepada semua caleg agar mereka fokus pada dapil mereka masing-masing. Dan itu fokus kita, agar kita bisa mendapat suara yang signifikan di legislatif,” katanya. (dtc/adm)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional