Menu

Dinas Kesehatan Minsel Gencar Fogging Kasus DBD

  Dibaca : 276 kali
Dinas Kesehatan Minsel Gencar Fogging Kasus DBD
salah satu petugas Dinas Kesehatan Minsel saat gencar fogging di salah satu desa. (ist)

indoBRITA, Amurang – Plt Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Selatan dr Erwin Schouten menjelaskan, sampai tanggal 8 Januari 2019, kasus DBD di Minsel sekira 10 kasus. Hanya saja, laporan yang masuk baru sekira 6 kasus. Selanjutnya, bila ada RS di Minsel atau Manado belum melaporkan, dimohonkan untuk menyampaikan informasinya.

‘’Ya, hingga awal Januari 2019, laporan kasus DBD di Minsel baru 6 kasus. Namun demikian, data yang dirangkum sekitar 10 kasus. Dengan demikian, pihaknya belum menerima laporan dari RSU Kalooran Amurang dan Klinik Chathrien Booth Amurang (BK) serta RSU Prof Kandou Manado. Artinya, kalau pun kasus DBD berada di Manado, dimohonkan untuk dapat informasinya,’’ujar Schouten.

Menurutnya, sesuai petunjuk bila lebih dari 10 kasus, maka pihaknya akan menaikan status siaga menjadi Kasus Luar Biasa (KLB). Tetapi, ini baru siaga. Tidak tertutup kemungkinan kasus diatas akan jadi KLB.

Baca juga:  Budaya Bersih adalah Sehat, Bupati Tetty Ajak Warga Minsel Mencintainya

‘’Tapi, saya berdoa hal diatas tidak terjadi. Sebab, KLB juga harus dilakukan dengan bijaksana. Biar pasien tidak ditelantarkannya. Dengan demikian, warga Minsel segera melaporkan bila ada kasus DBD. Pun demikian, pihaknya akan terus melakukan fogging bila disampaikannya,’’katanya.

Ditambahkannya, pihaknya akan gencar melaksanakan fogging DBD apabila ada permintaan. Namun demikian, fogging belum tentu akan memberikan nyaman bagi kita terkait DBD.

‘’Menkes RI menyatakan bahwa Pengasapan (Fogging) Bukan STRATEGI UTAMA dalam Pencegahan DBD. Fogging tidak dilakukan secara rutin, hanya dilakukan saat terjadi kasus di suatu wilayah untuk memberantas nyamuk sebagai Vektor/Pembawa Penyakit DBD,’’tegasnya lagi.

Menurutnya lagi, pencegahan penyakit DBD bukan melalui fogging,tetapi bagaimana kita menjaga kebersihan dan menghilangkan JENTIK Nyamuk.

Fogging memakai insektisida yang dapat membahayakan kondisi kesehatan manusia. Menghilangkan JENTIK Nyamuk lebih mudah dari pada mengendalikan saat nyamuk sudah menjadi dewasa. Pencegahan DBD yang paling Efektif dan Efisien adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus.

Baca juga:  Sambut HUT Minut, Pemkab Gelar Pameran Pembangunan

‘’3M yaitu :
1. Menguras/Membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember penampungan air, penampung air lemari es, dll
2. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, tong air, dll
3. Memanfaakan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD

Dan yang dimaksud dengan PLUS adalah:
1. Menaburkan bubuk Larvasida (Abate)
2. Menggunakan Obat Nyamuk
3. Menggunakan kelambu saat tidur
4. Memelihara ikan pemangsa Jentik Nyamuk
5. Menanam tanaman pengusir nyamuk
6. Mengatur cahaya ventilasi rumah
7. Mengindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk,’’pungkas Schouten lagi. (ape)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional