Menu

Maraknya Wabah DBD, Wawali Manado dan Dinkes Kunjungi Pasien di RSUP Kandou

  Dibaca : 122 kali
Maraknya Wabah DBD, Wawali Manado dan Dinkes Kunjungi Pasien di RSUP Kandou
Wakil Walikota Manado Mor D Bastian saat diwawancara sejumlah wartawan disela-sela kunjungannya pantau pasien DBD di RS Prof Kandou.

indoBRITA, Manado – Maraknya wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kota Manado saat ini, menjadi perhatian khusus untuk Pemerintah.

Untuk itu, Wakil Walikota Manado Mor Dominus Bastiaan SE mewakili Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA mendatangi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Kandouw Malalayang.

Maksud kunjungan tersebut untuk melihat dari dekat keberadaan pasien wabah DBD yang dirawat di Rumah Sakit tersebut, Rabu (9/1/2019).

Didampingi isteri tercinta yang juga Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Keluarga (TP-PKK) Manado Imelda Bastiaan Markus SE, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado dr Marini Kapojos dan Camat Malalayang Deasy Kalalo, Mor Bastiaan mengunjungi satu persatu pasien DBD yang umumnya anak-anak di Instalasi Rawat Inap (Irina) E itu.

Baca juga:  Perayaan Tahun Baru Aman, Kapolres : Terimakasih Para Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat

“Saat ini, saya bersama dinas terkait memantau langsung kondisi para pasien demam berdarah serta sejauh mana penanganan pihak rumah sakit kepada para pasien tersebut. Memang diakui, dengan banyaknya pasien yang datang berobat, kondisi rumah sakit saat ini sudah sangat penuh sehingga banyak pasien yang harus dirawat di lorong-lorong, tetapi, memang lebih baik ditangani di rumah sakit ini, karena banyak dokter dan tim ahli ada di sini,” tukas orang nomor dua di Manado itu kepada sejumlah media.

Dikatakan Mor Bastian, bahwa dari data yang ada, kasus DBD tahun 2018 mengalami peningkatan yakni 231 kasus, dibandingkan tahun 2017 yang mencapai 142 kasus.

“Ini memang siklus 10 tahunan dan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan adalah meningkatnya penduduk di Kota Manado. Arus urbanisasi pertumbuhannya cukup pesat, terjadi kepadatan penduduk di kota ini, kalau kebersihan lingkungan tidak dipelihara dengan baik, kalau masyarakat tidak punya kesadaran untuk menjaga lingkungannya bersih, maka tentu penyakit-penyakit seperti ini tetap akan terjadi,” tandas Wawali Mor Bastiaan.

Baca juga:  Kans Kuat di Kompelka Remaja Sinode GMIM, Inilah Sosok Stevie Kaligis

Meski telah ditemukan banyaknya kasus DBD di Kota Manado, namun Pemerintah Kota Manado belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Hal ini dikarenakan, Pemkot masih menunggu data dari rumah sakit maupun Puskesmas yang ada di Manado.

“Sekarang ini, kami masih mengumpulkan data-data pasien DBD di Kota Manado dari seluruh rumah sakit sampai Puskesmas untuk digunakan sebagai acuan penetapan KLB,”pungkas Bendahara DPD Demokrat Sulut ini.(ewa/**)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional