Menu

Spektakuler, Pagelaran Adat Tulude 2019 di Bitung Dikemas Lebih Atraktif

  Dibaca : 281 kali
Spektakuler, Pagelaran Adat Tulude 2019 di Bitung Dikemas Lebih Atraktif
Pemotong kue tamo menyerahkan bendera merah putih pada Walikota dan Wakil Walikota dalam acara Tulude di Bitung.(foto-foto : HumPro Bitung)

indoBRITA, Bitung-Pagelaran acara adat Tulude tahun 2019, yang di prakarsai oleh Ikatan Kerukunan Sitaro Sangihe, Talaud (IKSSAT)  Bitung bekerja sama  dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kota Bitung berlangsung spektakuler kendati sempat diguyur hujan deras, Jumat (1/2/19).

 

Acara yang di laksanakan di Pantai Sari Kelurahan Manembo-nembo Kecamatan Matuari sejak persiapan siang sampai malam hari  di padati oleh ribuan warga Kota Bitung  bahkan ada beberapa turis mancanegara yang datang guna menghadiri pagelaran Tulude tersebut.

 

Acara ini di hadiri langsung oleh Walikota Bitung Maxmiliaan J Lomban didampingi Istri tercinta Ketua TP PKK Kota Bitung, Ny Khouni Lomban Rawung, Wawali Kota Bitung Maurits Mantiri didampingi istri tercinta Wakil Ketua TP PKK, Ny Rita Mantiri Tangkudung, Sekda Kota Bitung Audy Pangemanan, Ketua DWP Kota Bitung Ny Rinny Pangemanan Tinangon, Kadis Pariwisa Kota Bitung Pingkan Kapoh, Ketua Ikssat Mocktar Parapaga, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh pejabat Pemkot Bitung.

 

Dituntun oleh 3 bahasa masing-masing Bahasa Sangihe, Indonesia dan Bahasa Inggris, Berbagai pagelaran seni digelar mulai dari prosesi pemotongan kue tamo yang menjadi mascot kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pagelaran seni lain seperti tarian masamper massal yang dibawakan oleh 1.200 siswa dan siswi SD dan SMP se-Kota Bitung yang kontan membuat suasana pagelaran meriah.

 

 

Moctar Parapaga selaku ketua IKSSAT Sulawesi Utara (Sulut) mengatakan bahwa, Pelaksanaan upacara adat Tulude di Kota Bitung ini sedikit berbeda dengan pelaksanaan Tulude di daerah lain yang dihadirinya karena diisi dengan berbagai pagelaran budaya menarik selain pemotongan kue tamo salah satunya tarian masamper dengan menampilkan ribuan siswa dari berbagai sekolah di Kota Bitung dibawah pimpinan Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Bitung, Julius Ondang.

 

“Saya bangga serta kagum dengan tarian Masamper kolosal yang dibawakan 1.200 orang siswa ini, terimakasih buat adik adik, kita semua yang sudah ikut menyukseskan pagelaran Tulude ini,” katanya.

 

Sementara itu dalam sambutan Walikota Bitung Maxmiliaan J Lomban, Wali kota menyatakan jika konsep upacara adat Tulude tahun ini sengaja dibuat berbeda.

 

“Ketika panitia menghadap, saya menyarankan agar menampilkan Tulude dengan gaya berbeda namun tidak meninggalkan makna dari Tulude itu sendiri. Mari kita kemas tulude ini menjadi satu sajian sebagai satu destinasi wisata, supaya betul-betul ketika ini disajikan kepada wisatawan, tidak monoton seperti yang sudah-sudah,” bebernya.

 

Lanjut dia, Kota Bitung tidak boleh hanya tergantung pada kota perikanan tapi akan membuat Bitung sebagai kota wisata, supaya ekonomi kota Bitung ke depan akan bergantung pada dua kegiatan besar ini yang akan mengantar masyarakat kota Bitung menjadi lebih sejahtera.

 

Tak lupa, Wali kota juga menyampaikan terimakasih kepada panitia serta seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan pagelaran upacara adat Tulude hingga berjalan sukses.

 

Adapun arti kata Tulude atau Menulude berasal dari kata Suhude dalam bahasa sangihe berarti tolak.

 

Dalam arti luas Tulude berarti menolak untuk terus bergantung pada masa lalu dan bersiap menyongsong tahun yang ada didepan.

 

Tulude diadakan sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkat yang telah diberikan Tuhan selama setahun yang lalu.(yet/Advetorial)

 

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional