Menu

Harga BBM Turun, Siswanto: Tidak Terkait dengan Pilpres

  Dibaca : 19 kali
Harga BBM Turun, Siswanto: Tidak Terkait dengan Pilpres
Ilustrasi pengisian BBM (foto: istimewa)

indoBRITA, Jakarta – Penurunan harga bahan bakar minyak atau BBM mulai dilakukan sejak Minggu (10/2/2019).  Penurunan harga ini menurut Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto tidak terkait dengan pemilihan presiden.

“Penurunan harga BBM dimulai sejak turunnya harga minyak dunia yang menyentuh harga US$ 106 per barel pada tahun lalu. Dengan tren penurunan harga minyak itu, pemerintah merasa perlu menurunkan harga BBM yang nonsubsidi,” seperti dilansir dari Tempo.Co

Kementerian ESDM juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri nomor 34 Tahun 2018 untuk menyikapi turunnya harga minyak dunia. Karena, kata Djoko, secara logika pasar, harga BMM mestinya juga turun.

Djoko menyebutkan salah kebijakan dalam Peraturan Menteri itu mewajibkan badan usaha penyalur BBM untuk melaporkan formula harga dalam menjual eceran BBM. Data itu dibutuhkan kementerian untuk menyusun formula harga BBM secara menyeluruh. “Dimulai lah dengan mengumpulkan data-data formula dari setiap badan usaha,” ujarnya.

Baca juga:  Bupati ES Ajak Masyarakat Sukseskan Pesta Demokrasi April Mendatang

Dari data harga setiap badan usaha itu, kementerian mulai merumuskan formula harga yang sesuai dengan harga minyak dunia. Hingga pada Januari lalu kata Djoko harga minyak dunia turun dengan separuh di US$ 56 per barel.

Menurut Djoko, kondisi ini juga beriringan dengan nilai rupiah yang menguat atas dolar Amerika. “Setelah melalui diskusi dan melihat harga minyak dan kurs rupiah terakhir maka ditetapkan formula baru untuk menurunkan harga BBM,” ujarnya.

Djoko mengatakan formula harga BBM tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No 19 K/10/MEM/2019 tertanggal 1 Februari lalu. Di dalamnya, diatur harga batas atas dan bawah bagi badan usaha untuk menentukan harga BMM.

Formula tersebut merupakan hasil dari rumusan formula-formula yang dimiliki oleh setiap badan usaha. “Sebelumnya setiap badan usaha kan memiliki formula masing-masing, sekarang semuanya disatukan oleh pemerintah sebagai pedoman,” kata Djoko.

Baca juga:  Pengusaha Asal Mauritius Ini Tawarkan Complete Feed untuk Kuda Pacu

Selain itu, dengan formula ini diharapkan terjadi persaingan harga yang sehat antara badan usaha. Pasalnya, dengan begitu, tidak akan ada perusahaan yang menaikkan atau membanting harga BBM sesukanya demi memperoleh keuntungan yang besar. Pemerintah juga akan mengevaluasi penerapan formula ini dengan memperhatikan perkembangan harga minyak dunia. (tempo/adm)

Cat:

Penurunan harga bervariasi untuk produk-produk BBM yang dijual Pertamina. Untuk wilayah Jabodetabek, berikut komposisi harga BBM non subsidi teranyar yang dirilis Pertamina:

  1. Harga Pertamax Turbo turun dari Rp 12.000 menjadi Rp 11.200 per liter
  2. Harga Pertamax turun dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.850 per liter
  3. Harga Dexlite turun dari Rp 10.300 menjadi Rp 10.200 per liter
  4. Harga Dex turun dari Rp 11.750 menjadi Rp 11.700 per liter
  5. Pertamina juga melakukan penyelerasan harga Premium Jenis BBM menjadi Rp6.450 per liter, baik di luar maupun di Jawa, Madura dan Bali. ***
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional