Menu

Plt Ketua Umum PSSI Jadi Tersangka, Hutabarat: Mafia Judi Bola juga Harus Diusut

  Dibaca : 44 kali
Plt Ketua Umum PSSI Jadi Tersangka, Hutabarat: Mafia Judi Bola juga Harus Diusut
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (foto: detik/ist)

indoBRITA, Jakarta –Kasus pengaturan skor sepakbola ikut menyeret nama Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Pria berkacamata ini ditengarai melakukan perusakan barang bukti pengaturan skor. Ia pun ditetapkan sebagai tersangka.

Joko dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 265 KUHP dan/atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barang bukti yang telah terpasang police line. “Perusakan barang bukti,” ujar Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono seperti dilansir dari detik.com.

Kinerja kepolisian dalam mengusut pelaku pengaturan skor tersebut disokong berbagai kalangan. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat mengapresiasi ketegasan Polri dalam memberantas mafia bola. Dia mengungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pantas mendapatkan penghargaan atas komitmennya

“Kita di DPR mengapresiasi gebrakan Satgas Antimafia Bola, yang telah menetapkan Plt Ketum PSSI sebagai tersangka kasus pengaturan skor. Ini sudah perjuangan yang lama di DPR, untuk mendorong agar Polri serius mengusut mafia judi yang berada di belakang praktik pengaturan

Baca juga:  Pengecer Togel di Kotamobagu, Ditangkap Polisi

skor ini. Secara khusus kepada Kapolri Tito, patut diberikan penghargaan,” ungkapnya.

Martin bahkan mendorong Polri untuk turut mengusut mafia judi bola yang melatarbelakangi munculnya praktik match fixing.

“Sesudah mengusut pelaku-pelaku pengaturan skor bola ini, Polri harus segera mengusut mafia-mafia judi, yang selama ini ada di belakang mereka,” kata Martin.

Pria asal Batak ini menegaskan jkejahatan match fixing harus diberantas sampai ke akar supaya tak terulang di kemudian hari. “Kalau hanya pelaku-pelaku pengaturan skor saja, tanpa ikut menangkap gembong-gembong mafia judi sepakbola, maka pengaturan skor akan tetap berulang dalam pertandinganpertandingan bola kita,” ujar Martin.

Baca juga:  Ratna Sarumpaet Terlihat Pucat dan Pasif Usai Pemeriksaan

Martin menggambarkan kebobrokan kondisi sepakbola di Tanah Air dibanding negara-negara lain, yang menurutnya lebih minim potensi sumber daya manusia (SDM)-nya.

“Kroasia negara kecil, berpenduduk empat juta orang dan luas wilayahnya tidak sebesar Banten, bisa menjadi finalis juara sepakbola dunia tahun lalu. Negara-negara Amerika Latin yang pemain-pemain bolanya tidak berbeda jauh tingginya dengan pemain sepakbola kita seperti Maradonna, Messie dan lain-lain bisa berulangkali menjadi juara dunia,” tutur dia.

“Padahal iklim di Amerika Latin sama-sama tropis, tidak berbeda panas suhunya dengan Indonesia. Kok Indonesia yang memiliki penduduk 270 juta orang, memiliki lebih 26.000 lapangan sepakbola dan menjadikan sepakbola sebagai olahraga paling populer di Indonesia, tidak mampu mengukir prestasi ditingkat Asia Tenggara sekalipun,” ujarnya. (dtc/adm)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional