Menu

Jangan Hanya Modal Kartu Pers, tapi Tidak Junjung Netralitas

  Dibaca : 35 kali
Jangan Hanya Modal Kartu Pers, tapi Tidak Junjung Netralitas
Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (KIPS) Daerah Provinsi Sulawesi Utara menggelar Kemitraan dengan Media Massa, Senin (15/4/2019). Kegiatan ini mengangkat tema "Netralisasi Jurnalistik dalam Pemberitaan Pemilu 2019".
indoBRITA, Manado – Pesta demokrasi tinggal menghitung tiga hari lagi. Saat ini sudah memasuki masa tenang. Oleh karenanya, dalam pemberitaan untuk Pemilu 2019 sangatlah dijunjung tinggi netralitas.
Inilah tema utamanya kegiatan yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (KIPS) Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Senin (15/4/2019).
Kepala Dinas KIPS Daerah Sulut Jetty Pulu melalui Sekretaris Dinas Feibe Moniaga saat membuka kegiatan tersebut mengatakan pertemuan ini dalam rangka pembangunan daerah.
“Media massa diperlukan untuk menyebar informasi fakta di dunia,” kata Moniaga saat membacakan sambutan kepala dinas.
Lebih jauh dikatakannya, jaman yang sudah canggih ini peran pers sangatlah berpengaruh. Makanya, pemberitaan dari media massa ikut menentukan nasib bangsa.
“Tidak monopoli kebenaran karena bermodalkan kartu pers,” tegasnya.
Ia pun meminta para jurnalistik membuat produk berita sesuai dengan fakta yang benar.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda sebagai pemateri pada kegiatan itu mengharapkan pers dapat memberikan informasi terkait teknis dan pelaksanaan pemilu.
“Kami harapkan juga dapat beri informasi kepada kami (Bawaslu). Informasi yang masuk ke kami akan kami tindaklanjut,” sambungnya.
Terkait tiga hari masa tenang, ia meminta kepada media massa untuk tidak menerima iklan dari calon legislatif.
“Kalau ingin pasang iklan mohon ditolak, kampanye iklan sudah berakhir tanggal 13 April 2019. Bagi yang memasang kami akan proses,” tegas Malonda.
Pada masa tenang juga tidak dibolehkan membuat berita pencitraan pemenangan salah satu calon tertentu.
“Kalau ditemukan pelanggaran dilaporkan ke kami,” pintanya.
Bahkan, di masa tenang ini untuk survei atau polling tidak boleh diumumkan sebelum pemungutan suara.
Adapun pemateri lainnya Max Rembang, Pakar Komunikasi Politik menegaskan media massa sangat berpengaruh pada pemilu. Untuk itu, ia meminta pers tetap menjaga netralitas.
“Jurnalis itu penjaga bangsa. Masyarakat butuh informasi yang akurat di tengah era komunikasi sekarang,” jelasnya.
Dirinya pun mengharapkan para kuli tinta menghasilkan berita yang benar.
“Apalagi berkembangnya media sosial. Ada yang adu domba dengan berita hoax. Pers itu sebelum buat berita harus cek ricek dan kroscek. Saya harap berita tidak dibuat dari media sosial (medsos). Sebab, media massa masih memiliki kewibawaan dari pada medsos,” pungkasnya.(sco)
Baca juga:  Gubernur Olly: Paskah Perkuat Identitas Sulut sebagai Laboratorium Kerukunan
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional