Disayangkan, Reses Ketua Komisi D DPRD Manado Tak Dihadiri Diknas Kota Manado

  • Whatsapp
Ketua Komisi D, Apriano A Saerang saat menggear reses anggota DPRD Manado.

indoBRITA, Malalayang – Ketua Komisi D DPRD Manado Apriano A Saerang menggelar reses kedua di tahun 2017, yang dilaksanakan  di Kompleks Perumahan Duta Graha Malalayang Dua Kecamatan Malalayang Manado, pada Jumat (10/06/2017) lalu.

Namun sangat disayangkan, dalam kegiatan reses anggota DPRD Manado tersebut, banyak warga menitip beratkan aspirasi mereka soal pendidikan, akan tetapi pihak terkait yakni Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Manado dalam hal ini Kadis Deysi Lumowa yang sudah diundang dalam reses tidak kunjung hadir, begitu juga dengan keterwakilan.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Diduga Sekolah Langgar Permendikbud dan SE, Komisi D DPRD Kota Manado Agendakan Hearing

“Sangat disayangkan dengan tidak adanya kehadiran dari Dinas Pendidikan, bahkan dari perwakilan saja tidak ada. Padahal dalam reses ini, banyak warga yang keluhkan soal belum adanya pembangunan SMA/SMK dan juga SMP Negeri di wilayah Malalayang Satu. Saya sangat kecewa dengan tidak adanya respon dari Diknas Manado. Bahkan ini sudah ketiga kalinya saya melakukan reses dan mengundang pihak terkait untuk hadir,” sesal Saerang.

Ketua Fraksi Gerindra ini juga meminta, agar Kepala Daerah Kota Manado dalam hal ini Walikota, kiranya memberikan perhatian khusus terhadap Kepala Diknas Kota Manado Deysi Lumowa.

Baca juga:  Penerapan PJJ SMAN 1 Amurang Selama Pandemi Covid-19 Berjalan Baik

“Sudah tiga kali saya melakukan reses dan mengundang Kadis Diknas Deysi Lumowa, namun tidak ada respon. Saya minta perlu menjadi perhatian Pak Vicky Lumentut terhadap Kadis Diknas Kota Manado, karena ada kesan menyampingkan aspirasi warga pada reses. Sebab, pendidikan adalah urusan wajib yang fundamental. Dan tentunya, Saya akan menyampaikan lewat pandangan umum fraksi Gerindra.”tegas Ade sapaan akrab Ketua Komisi D ini.

Dikatakan Saerang, seharusnya Kadis Diknas tidak pantas untuk menjadi pejabat kalau sudah berkomunikadi. Pasalnya, dalam reses banyak warga mengeluhkan belum ada pendirian sekolah SMP Negeri di Malalayang Dua, begitu juga dengan SMA/SMK Negeri.(ewa)

Pos terkait