Rakor KPA Tomohon, SAS: Hingga Desember 2016 Sudah Ada 148 Kasus HIV-AIDS

  • Whatsapp

Syerly A Sompotan saat memberikan sambutan di Rakor KPA. (Foto: ist)

indoBRITA, Tomohon- Wali Kota Tomohon Jimny F Eman, diwakili Wakil Wali Kota Syerly A Sompotan (SAS) yang juga selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Tomohon menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) KPA, di Aula Pertemuan Tulip Inn, Kamis (15/6/2017).

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, SAS mengatakan bahwa di Kota Tomohon penyebaran HIV-AIDS sudah menyentuh semua lapisan masyarakat, dengan berbagai faktor resiko. Sesuai data jumlah pengidap tertinggi terdapat pada faktor resiko lewat heteroseksual sebanyak 124 kasus dan diikuti lewat penggunaan jarum suntik dan lainnya.

Baca juga:  Wawali SAS Promosikan TIFF 2019 dan Kota Tomohon di ICE 2019

“Hingga Desember 2016 total sudah ada 148 kasus di Kota Tomohon. Data kasus ini memperlihatkan bahwa penyebaran  HIV-AIDS telah menyentuh semua lapisan masyarakat,” beber SAS.

Oleh karena itu, KPA Kota Tomohon berupaya melakukan pencegahan, penanggulangan HIV-AIDS secara terpadu dengan lintas sektor baik pemerintah, LSM maupun swasta dan seluruh lapisan masyarakat dengan melakukan program pencegahan, pengobatan, perawatan dan dukungan.
Beliau menambahkan, Komisi Penaggulangan AIDS merupakan wadah yang bertugas dan berfungsi untuk memimpin, mengkoordinir dan menghimpun segenap sumber dana yang ada untuk menanggulangi HIV-AIDS.

“Karena itu di harapkan kepada semua pihak terkait baik pemerintah, kalangan swasta, organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan untuk bersama-sama bersinergi dalam menanggulangi penyebaran HIV-AIDS sebagai wujud kepedulian kita terhadap sesama khususnya di Kota Tomohon,” tambahnya.

Baca juga:  Dua Tahun Kepemimpinan EMAS, Diskominfo Gelar Dialog Evaluasi

Diakhir sambutannya, SAS berharap kepada para peserta untuk dapat turut berperan memutus rantai epidemi HIV melalui perumusan bersama berbagai kegiatan di lingkungan kerja masing-masing, dan juga menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dan OHIDHA.

Hadir dalam kegiatan ini, selaku narasumber Sekretaris KPAD Sulut dr Meis Tangel Kairupan, Project Officer GFATM Dinas Kesehatan Provinsi Sulut Dra Evie Rondonuwu SH MKes, Kadis Sosial Kota Tomohon dr Jhon Lumopa, MKes, jajaran Pemkot Tomohon serta para peserta dan undangan. (jfl)

Pos terkait