Ini Cara Ingatkan Umat Katolik Keuskupan Manado Tentang Motto Tahbisan Uskup Baru

Tampak bagian depan dan belakang kaos bertuliskan motto Uskup Manado.(Foto:Jimry/indoBRITA)

 

Bacaan Lainnya

indoBRITA, Pineleng- Pemimpin umat Katolik di Keuskupan Manado segera terjadi pergantian, yang akan disahkan lewat pentahbisan pada 8 Juli 2017 mendatang, di Stadion Maesa Tondano, Kabupaten Minahasa.

Seperti diketahui bersama oleh kalangan umat Katolik, Uskup Manado Mgr Joseph Theodorus Suwatan MSC akan diganti oleh uskup terpilih yakni Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC sesuai dengan Bulla Kepausan, pada 12 April 2017.

Baca juga:  Teguran Berujung Penikaman, RK Diamankan Tim Tarsius Polsek Maesa

Secara otomatis, lambang dan motto uskup pun mengalami pergantian. Jika, Uskup Suwatan menggunakan motto ‘Credidimus Caritati’ dalam artian ‘Kita telah mengenal dan telah percaya akan cinta Allah kepada kita’, sedangkan uskup terpilih menggunakan motto ‘In lumine Tuo, videmus lumen’, artinya ‘Dalam terang-Mu, kami melihat cahaya’.

Untuk itu, guna terus mengingatkan kepada umat tentang motto pentahbisan dari uskup terpilih Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC ini, berbagai cara pun dilakukan baik oleh umat maupun pastor.

Salah satunya, yang dilakukan oleh Pastor Paroki Santo Fransiskus Xaverius Pineleng Rheinner Saneba Pr. Pastor enerjik dan penuh kreatifitas ini, ingin mengingatkan motto uskup kepada umat lewat tulisan yang dicantumkan di perlengkapan yang digunakan sehari-hari.

Baca juga:  Kelilingi Stadion Maesa Tondano, Uskup Rolly Berkati Ribuan Warga

“Yah, kadangkala umat sering lupa mottonya uskup. Saya pun berinisiatif motto tersebut dicatumkan pada kaos-kaos juga payung, sehingga selain kita sering gunakan juga bisa sering dibaca dan diingat,” ujarnya, kepada indoBRITA, Senin (26/6/2017).

Lanjut dia, kaos dan payung tersebut tersedia di Kios Sukacita Injil Paroki Pineleng dengan harga terjangkau yang dijual oleh sejumlah Orang Muda Katolik (OMK). “Motto tersebut juga dikombinasikan dengan tulisan Basudara Jo dan I Love NKRI. Ini sebagai spirit yang ditanamkan bukan hanya kepada umat Katolik melainkan kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tukas Saneba.(jfl)

Pos terkait