Waduuhhh… Polres Tomohon Amankan Sajam dan Miras di Lokasi Perkemahan Remaja

  • Whatsapp

Sajam dan Miras yang berhasil diamankan Polres Tomohon.(ist)

 

Bacaan Lainnya

indoBRITA, Leilem- Pelaksanaan Perkemahan Kreatif Remaja Nasional Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Perkemahan Remaja Sinode GMIM di Kelurahan Leilem, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, pada 26 hingga 30 Juni 2017, berlangsung sukses.

Namun, sangat disayangkan setelah ibadah penutupan perkemahan, ada sejumlah peserta didapati mengkonsumsi Minuman Keras (Miras), bahkan ada yang didapati membawa Senjata Tajam (Sajam).

Hal ini terungkap, saat adanya pemeriksaan yang dilakukan pihak Polres Tomohon, melalui Unit Rayon Sabhara dipimpin Kepala Urusan Operasional Sabhara IPDA Eddy P Moningka, di pintu masuk lokasi perkemahan.

Baca juga:  Empat Remaja Kamasi Diringkus Polisi saat Asik Main Laptop Curian

Moningka mengatakan, sekira pukul 19.30 Wita, Jumat (30/6/2017), panitia menutup perkemahan dengan ibadah di Gereja GMIM Immanuel Leilem, usai penutupan peserta larut dalam situasi dengan penuh kegembiraan.

“Melihat situasi yang sudah tidak kondusif, maka saya mengumpulkan personil untuk lakukan penggeledahan satu per satu, baik peserta dan kemungkinan juga bukan peserta di pintu masuk perkemahan,” bebernya.

Lanjut dia, penggeledahan ini membuahkan hasil, ternyata dengan euforia yang berlebihan dari peserta karena sudah mengakhiri perkemahan, didapati ada yang sudah mengkomsumsi Miras, bahkan ada yang membeli untuk dibawa ke kemah.

Baca juga:  Kusmayadi Pimpin Safari Natal Polres Tomohon

“Ada juga ditemukan di pintu masuk, sekelompok orang membawa Sajam dan kemudian melarikan diri. Namun, Tas Dan Sajam tertinggal di tempat pemeriksaan dan sudah diamankan,” jelas Moningka.

Tindakan yang dilakukan Unit Rayon Sabhara ini, mendapat apresiasi dari Kabag Ops Polres Tomohon Kompol Thonny Salawati, yang dengan jeli dan tanggap dalam membaca situasi yang nyaris terjadi kejadian tidak diinginkan.

“Ketika sudah mabuk dan membawa Sajam di tempat keramaian dengan ribuan remaja yang bersiap untuk kembali ke jemaat masing-masing, bukan tidak mungkin dalam pengamanan tersebut di akhiri dengan kekacauan. Ini artinya, Unit Rayon sudah menggagalkan suatu tindak pidana yang nyaris terjadi,” puji Salawati.(jfl)

Pos terkait