Menu

Ini Kepribadian Uskup Rolly Untu Dimata Keluarga

  Dibaca : 1341 kali
Ini Kepribadian Uskup Rolly Untu Dimata Keluarga

Mgr Benedictus Esthepanus Rolly Untu MSC.(Foto: Jimry/indoBRITA)

 

indoBRITA, Manado- Mgr Benedictus Esthepanus Rolly Untu MSC, akan resmi ditahbiskan sebagai Uskup Manado yang baru menggantikan Mgr Joseph Theodorus Suwatan MSC, pada Sabtu (8/7/2017).

Acara pentahbisan ini pun disambut gembira oleh seluruh umat Katolik di Keuskupan Manado. Tak terkecuali, Keluarga Besar Untu-Lasut.

Dimana, anak kedua dari sembilan bersaudara hasil buah hati Almarhum Gerardus Damianus Untu dan Almarhuma Geertruida Lasut tersebut, mendapat karunia dan berkat dari Sang Pencipta hingga terpilih sebagai Uskup Manado yang baru.

Kakak tertua Uskup Rolly sapaan akrabnya, Fransiskus Untu pun mengungkapkan, kepribadian dari adiknya tersebut. Menurut Kepala Keluarga Untu-Tanamal itu, sejak masuk ke tarekat MSC keluarga merasa Uskup Rolly itu sudah bukan lagi hanya milik keluarga namun seluruh umat.

“Dia sudah menjadi misionaris dan menjadi Imam sehingga bagi kami keluarga, itu merupakan persen atau pemberian Tuhan. Kami merasa dan meyakini bahwa dia sudah dimiliki oleh seluruh umat khususnya di Keuskupan Manado,” ujarnya saat diwawancarai indoBRITA, Sabtu (8/7/2017).

Baca juga:  Hadiri Tahbisan Uskup Baru, SAS Membaur Bersama Ribuan Umat Katolik 

Menurutnya, Rolly merupakan salah satu adik yang sifatnya tidak terlalu menonjol dalam artian sangat kalem, penurut, sedikit pendiam dan rendah hati, bahkan sejak kecil sering sakit. “Waktu mau masuk seminari memang saya yang sudah mendahului, namun saya keluar. Nah, akhirnya orang tua mengatakan kepada Rolly agar dia tidak usah masuk nanti akan jadi seperti kakak,” bebernya sambil tersenyum.

Namun, pengalaman yang dialami Fransiskus ternyata tidak membuat Uskup Rolly patah semangat untuk menjadi seorang Imam. “Ayah dan ibu kami sempat luluh ketika Rolly mengatakan bahwa dirinya beda dengan kakak, dan meminta agar orang tua memberikan kesempatan. Dia menegaskan bahwa ingin mencoba untuk tetap masuk seminari,” kata Fransiskus.

Keinginan dari Uskup Rolly itu diutarakannya sejak baru lulus SD, apalagi tempat tinggal berada di samping gereja dan dirinya kerap menjadi misdinar saat perayaan misa. Akhirnya, dia pun terus jalani masa study tersebut hingga lulus di Seminari Tinggi Filsafat Pineleng dan ditahbiskan menjadi Pastor.

Baca juga:  HUT Kepulauan Sangihe ke-594 DPRD gelar Paripurna

Dari situlah sifat kepemimpinannya mulai kelihatan dan menonjol melalui tugas-tugas yang ia emban. Mulai dari Dekan, Superior hingga Provinsial MSC Indonesia sebelum terpilih menjadi uskup.

“Bahkan kami keluarga tidak pernah mendengar dirinya mengeluh baik dalam situasi apapun selama dia study di Seminari. Itu menandakan, dia menjalani panggilan sebagai Imam ini dengan sepenuh hati,” katanya.

Pada akhirnya, keluarga pun menaruh harapan yang besar kepada Uskup Rolly selama mengemban tugas mulia tersebut. “Semoga dapat menjalankan tugas menjadi pelayan dan gembala utama dengan baik. Keluarga pun selalu mendukung dalam doa dan diyakini umat juga dapat mendoakan dan mendukung programnya semasa tugas,” tandasnya.(jfl)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional