Digerogoti Pencurian Air, PDAM Bitung Hanya Andalkan Bantuan Dana Hibah

Joubert Kussoy (foto: yft/ibc)

indoBRITA, Bitung—Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bitung hingga saat ini belum bisa maksimal menuai laba perusahaan. Pasalnya, setiap tahunnya perusahaan yang juga merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkot Bitung itu digerogoti oleh pencurian air.

Manajer Umum PDAM Bitung Joubert Kussoy yang dikonfirmasi, Selasa (18/07/2017), mengakui pencurian air ini bahkan mencapai setengah kuota dari suplai air ke total jumlah pelanggan mereka.“Jumlah pelanggan PDAM sekarang ini sekira 7.320 pelanggan namun estimasi pemakai air PDAM yang tidak membayar sekira 3.500 titik. Ini yang disebut sambungan liar dan merugikan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Tahun 2021, Dinas Praskim Minsel Usul 1000 Unit BSPS di Pusat

Akibat banyaknya sambungan liar dan pencurian air ini, hitungan pendapatan PDAM ditaksir berkurang sebesar Rp800 juta dari pendapatan perbulannya yang berada di kisaran Rp1,7 miliar perbulannya.

“Penyebabnya karena sistem sambungan pipa kita masih pakai interkoneksi dengan artian dalam satu kompleks perumahan misalnya di Perumnas, ada banyak pipa distribusi yang masuk dari berbagai arah. Seharusnya hanya satu saja pipa masuk agar mudah dikontrol,” bebernya.

Akibat banyaknya aksi pencurian air ini, PDAM Bitung praktis tidak bisa berinvestasi jaringan pipa dan cenderung hanya mengandalkan bantuan dana dan hibah dari Kementerian PUPR.“Pendapatan perbulan nyaris hanya bisa untuk menutupi biaya operasional saja. Belum bisa berinvestasi. Namun saat ini PDAM juga tengah berupaya untuk melakukan penertiban melalui pemberlakuan zonasi,” tambahnya.

Baca juga:  Serap Pengeluhan Warga, PDAM Gelar Sosialisasi Kenaikan Tarif

Zonasi ini, menurut dia berupa pemasangan Distrik Meter Area (DMA) guna mengontrol pasokan air yang masuk ke salah satu kompleks pelanggan. (yet)

 

Pos terkait