Menu

Eman jadi Narasumber saat Dialog Kebangkitan Florikultura Indonesia 2017

  Dibaca : 247 kali
Eman jadi Narasumber saat Dialog Kebangkitan Florikultura Indonesia 2017

Jimmy F Eman saat membawakan materi.(ist)

 

indoBRITA, Tomohon- Kemenko Bidang Perekonomian bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, IPB Bogor dan Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) menggelar Dialog Kebangkitan Florikultura Indonesia 2017, bertempat di Gedung Ali Wardhana, Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Senin (24/7/2017).

Dialog ini diawali dengan, Pencanangan Hari Florikultura Indonesia oleh Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, sekaligus membuka secara resmi kegiatan Florikultura Indonesia 2017.

Kesempatan itu, Darmin mengharapkan agar momentum Hari Florikultura ini dapat menjadi awal kebangkitan kembali dunia florikultura Indonesia.

“Saya juga berharap kegiatan atau program florikultura di Indonesia tidak hanya sampai pada sebatas menggelar pameran, seminar, dialog saja, tapi yang utama bagaimana menjadikan florikultura memiliki nilai tambah bagi rakyat. Mari jadikan florikultura ini memiliki nilai komersil yang tinggi, melalui program-program UMKM dan sebagainya,” ujarnya.

Baca juga:  Wali Kota Tomohon Jimmy Eman SE Ak Saat Menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Samrat 2018 Polres Tomohon

Menariknya, dalam dialog ini Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman mendapat kepercayaan menjadi salah satu narasumber, dengan membawakan materi tentang ‘Pencapaian dalam Pengembangan Florikultura Kota Tomohon’.

Diawal pemaparannya, Eman menyampaikan gambaran umum Kota Tomohon, sehingga audiens dapat mengetahui potensi-potensi yang ada di Kota Bunga tersebut, baik potensi sumber daya alam, pertanian, pariwisata maupun tradisi dan budaya masyarakat yang mendukung pengembangan floltikultura.

Eman juga merincikan pencapaian-pencapaian Kota Tomohon dalam pengembangan florikultura. Diantaranya, bagaimana pengembangan varietas-varietas bunga yang unggul, seperti ditemukannya varietas baru bunga Krisan yaitu Krisan Riri dan Krisan Kulo yang memiliki ukuran bunga yang besar dibandingkan biasanya, yang varietasnya juga belum ditemukan atau dikembangkan di daerah lain.

Selain itu, Eman juga menyampaikan tentang pengelolaan show window sebagai tempat belajar, tempat pembibitan sekaligus tempat wisata.

Baca juga:  Bicara Implementasi Pasar Aman Bahan Berbahaya, Walikota Tomohon Sentil Soal Pengawasan Pangan

“Sejak awal Pemkot Tomohon telah berkomitmen untuk mengembangkan bunga. Hal ini dibuktikan dengan adanya Perda Kota Bunga dan Perda ini belum dapat dilakukan daerah lain di Indonesia,” jelasnya.

“Kenapa bunga? karena dengan melihat potensi yang ada, maka pengembangan florikultura di Kota Tomohon diharapkan dapat menjadi pengungkit sektor lainnya untuk berkembang, serta dapat memberikan multiplayer effect bagi kesejahteraan masyarakat Kota Tomohon,” tambah dia.

Pada kesempatan tersebut, Eman juga mensosialisasikan iven tahunan di Kota Tomohon yakni, Tomohon International Flower Festival (TIFF) melalui video presentasi dan mendapat sambutan positif dari audiens.

Turut mendampingi, Asisten Satu Setdakot Tomohon Truusje Kaunang, Sekretaris DPRD Tomohon Herry FF Lantang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tomohon Dolvin Karwur, Kepala Bagian Humas dan Protokol Christo Kalumata serta sejumlah anggota DPRD Kota Tomohon.(jfl)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional