Kasus Dugaan Pemalsuan Sertifikat, Polda Kuliti Direktur Utama PT WPS

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Sulut, Ibrahim Tompo (foto: ist)

IndoBRITA, MANADO— Kasus dugaan pemalsuan sertifikat lahan lapangan Golf, PT Wenang Permai Sentosa (WPS) sekitar 100 hektar. Di Kelurahan Paniki Bawah dan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, terus didalami penyidik Polda Sulut.

Kamis (27/7), penyidik Polda Sulut melakukan pemeriksaan tambahan kepada oknum tersangka berinisial HAK, selaku Direktur Utama PT WPS.

Bacaan Lainnya

“Pemeriksaan dijadwalkan sekira pukul 09.00 Wita. Oknum terperiksa memenuhi panggilan penyidik,” kata Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Baca juga:  Polda Sulut Gelar Syukuran HUT ke-70 Polairud

Lanjut Kabid, dirinya belum bisa memastikan apakah dalam kasus ini akan ada tersangka baru.

“Kasus ini masih fokus pada empat orang yang dijadikan tersangka,” ujarnya.

Diketahui, dalam kasus pemalsuan ini, Polda Sulut telah menetapkan empat orang tersangka, yakni mantan Kepala BPN Manado, berinisial RW, oknum pengacara IW, HAK sebagai pemilik atau Direktur Utama dan general manager berinisial JM.

Dimana penerbitan sertifikat tahun 1992 telah terjadi perbuatan melawan hukum. Pemaksaan dan penyerobotan tanah milik rakyat yang sah dengan dalih, penunjukan tanah Negara. Padahal ahli waris memiliki bukti sah sebagai pemilik tanah perkebunan, dengan diterbitkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT WPS.

Baca juga:  Oknum Tukang Ojek Edarkan Trihexyphenidyl

Awalnya tahun 1992 PT WPS mendapatkan bukti kepemilikan sertifikat HGB dari BPN, sertifikat HGB nomor 753. Kemudian pemilik tanah perkebukan ahli waris mengajukan gugatan PT WPS, ke PN Manado.

Gelar perkara oleh BPN Kota Manado, kesimpulan membatalkan sertifikat HGB nomor 753 atas nama PT WPS, tidak perna di terbitkan. Diduga surat keputusan telah dipalsukan oleh tersangka JM. (hng)

Pos terkait