Kapolda Sulut Berikan Kuliah Umum Bagi 4006 Mahasiswa Baru di Unima

  • Whatsapp
Kapolda Sulut Irjen Bambang Waskito Saat Memberikan Kuliah Umum di Unima

indoBRITA,Tondano- Universitas Negeri Manado (Unima) Menggelar kuliah umum pada hari Rabu (2/8/2017), pukul 09:15 Wita yang bertempat di Auditorium Unima. Kuliah umum tersebut diberikan saat Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unima tahun 2017 dengan tema “Melalui PKKMB Unima Menolak Paham Radikalisme dan Intoleransi Menuju Universitas Berkarakter, Inovatif, Unggul dan Kompetitif”.

Program Unima kali ini menghadirkan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Polisi Bambang Waskito sebagai pemateri yang memberikan kuliah umum kepada para mahasiswa baru.

Kapolda Sulut Didampingi Kapolres Minahasa Bersama Rektor Unima dan PR 3.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Unima Prof. Dr. Julyeta Runtuwene MSi, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK MH, Pembantu Rektor III (Bidang Kemahasiswaan) Dr. Sisca Kairupan MSi, Direktur Pasca Sarjana Unima Prof. Dr. Urbanus Naharia MSi serta para dekan Unima dibeberapa fakultas dan peserta PKKMB yang berjumlah 4006 Mahasiswa.

Baca juga:  Bantuan Bencana dari Kapolri, Ketua Umum Bhayangkari, Ketua Umum TP-PKK Pusat dan Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Tiba di Tahuna

Dalam materi kuliahnya, Kapolda menjelaskan tugas Kepolisian, sesuai dengan Undang-Undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolsian RI, dimana tugas Polri sebagai penegakan hukum, memelihara kamtibmas dan melayani masyarakat, oleh karena itu Kapolda mengajak Mahasiswa hendaknya patuh hukum mulai dari hal paling sederhana, sebagai contoh disiplin dalam berlalu lintas, juga menghimbau untuk menjauhi miras.

“Kejadian menonjol yang ada di Sulut ialah penganiayaan berat berjumlah 867 kasus untuk tahun 2017 yang dominan disebabkan oleh miras jenis captikus.

Lanjut Kapolda, kelancaran pembangunan tergantung dari keamanan dan ketertiban yang diciptakan oleh Masyarakat sendiri, sebab peristiwa tindak pidana maupun gangguan kamtibmas terjadi disebabkan oleh adanya Police Hazzard, faktor Korelatif dan ancaman faktual.

Baca juga:  Peringati Hari Sumpah Pemuda, BNN Kota Manado Gelar Kampanye Anti Narkoba di Lapangan Tikala

Dalam rangka pemeliharaan kamtibmas, telah dibentuk tiga pilar, mulai dari tingkat paling bawah yaitu Hukumtua, Bhabinkamtibmas dan Babinsa.

Mahasiswa dapat berperan sebagai intelegen yang mengemban tugas deteksi dini dan peringatan dini, bilamana menemukan indikasi potensi gangguan kamtibmas agar melaporkan kepada pihak Polri.

Mahasiswa harus mempunyai pemikiran yang luas yang bersifat pembaharuan terlebih dalam pembangunan,” kata Pria berpangkat bintang 2 ini.

Ditambahkannya, Tantangan nyata Mahasiswa pada saat ini, yaitu pengaruh media sosial yang sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab dalam rangka penyebaran berita bohong (Hoax), radikalisme dan intoleransi yang mengancam keutuhan negara,” Jelasnya.(Har)

Pos terkait