Tiga Pelaku Curanmor Ditembak Polisi

dua dari tiga tersangka diamankan polisi

IndoBRITA, Manado — Tim Manguni Ditreskrimum Polda Sulut, berhasil meringkus tiga pelaku pencuri kendaraan bermotor (curanmor), yang sering beroperasi di Wilayah Minahasa, Tomohon dan Manado. Tiga pelaku, masing-masing GR alias Gerry (30), MI alias Maikel (25) dan NV alias Novan (27), warga Tondano.

Dalam penangkapan tersebut, kaki tiga pelaku terpaksa ditembak, karena mencoba mengelabui petugas. Pelaku Gerry ditembak di kaki sebelah kanan, sedangkan pelaku Maikel di tembak di kaki kiri. Begitu juga dengan pelaku Novan, peluru Tim Manguni bersarang tepat di kaki kirinya.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Kapolda dan Gubernur, Sambut Kedatangan Kapolri

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, tiga pelaku diamankan petugas Manguni Polda Sulut di Perumahan Gria Paniki Indah (GPI), Kecamatan Mapanget Manado.

“Mereka diamankan berdasarkan laporan dari masyarakat, yang telah resah dengan ulah tiga pelaku ini. Berdasarkan laporan, petugas kemudian mengincar pelaku. Mereka ditembak karena mencoba mengelabui petugas saat sedang dalam pengembangan mencari barang bukti,’’ucap Tompo.

‘’Saat ini tiga pelaku sudah digelandang ke Mapolda Sulut, untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan guna proses hukum lebih lanjut,’’pungkasnya.

Kepada sejumlah wartawan, pelaku Gerry mengaku, selama beroperasi sejak tahun lalu sudah banyak kendaraan yang berhasil dia gasak.

Baca juga:  Jelang Ramadan, Kapolri Instruksikan Kapolda Cek Setiap Hari Ketersediaan Minyak Goreng di Pasar

‘’Sudah tidak dapat dihitung lagi (jumlah kendaraan yang dicuri pelaku) komandan,’’jelas pelaku Gerry.

Lanjut dikatakan Gerry, barang bukti dia jual dengan harga Rp3 juta per unitnya.

‘’Kami jual seharga Rp3 juta. Dijual di daerah Minahasa,’’pungkasnya.

Sementara dari pengakuan Maikel, dirinya hanya ikut-ikutan saja dengan tersangka Gerry dan Novan. Selama mencuri bersama dua berandalan itu lanjut Maikel,  mereka sudah berhasil menggasak 30 kendaraan bermotor.

‘’Sudah 30 tempat komandan. Di Daerah Tondano, Tomohon dan Manado,’’jelasnya.

Uang hasil mencuri motor dibagi rata. ‘’Uang kami pakai untuk kehidupan sehari-hari. Beli baju, pakai santai dengan teman-teman dan lain-lain,’’pungkasnya.(hng)

 

Pos terkait