Terancam Banjir, DAS Girian Perlu Diperhatikan

  • Whatsapp
Kabid SDA Dinas PUPR Bitung Rizal Sompotan (foto: Yefta)

indoBRITA, Bitung-Daerah Aliran Sungai (DAS) Girian yang mengalir melewati kawasan pemukiman padat penduduk seperti Kelurahan Girian Atas, Kelurahan Manembo-nembo, Kelurahan Girian Weru I dan Kelurahan Girian Bawah mendesak untuk diperhatikan. Sebab, kawasan ini merupakan kawasan yang terancam terendam jika intensitas hujan tinggi seperti kejadian pada Bulan Februari 2015 dan awal tahun 2017 yang merendam seluruh kawasan tersebut.

“Dinas PUPR harus cepat tanggap terhadap ancaman terulangnya lagi kawasan beberapa kelurahan yang terendam tersebut dengan membangun penahan banjir entah itu berupat talud atau bronjong,” ujar Emmy Pomayaan salah satu warga Kelurahan Girian Weru I yang ditemui Jumat (4/8/17).

Bacaan Lainnya
Baca juga:  3 Persen JKN-KIS THL Ditanggung Pemkot Bitung

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Ruddy Theno yang dikonfirmasi mengatakan, khusus untuk anggaran APBD tahun 2017, Pemkot Bitung melalui Dinas PUPR telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp4,5 Miliar untuk membangun bronjong dan talud di beberapa titik.

“Kendala kita, memang ada beberapa titik yang tahun-tahun sebelumnya sudah kita kerjakan sehingga tidak bisa lagi dikerjakan, nah untuk itu, sesuai dengan penilaian dan urgensinya, ada 4 titik yang tahun ini sedang dikerjakan di sepanjang DAS Girian tersebut,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Rizal Sompotan yang dikonfirmasi terpisah mengatakan 4 titik pekerjaan pembangunan tanggul penahan banjir di sepanjang DAS Girian masing-masing 2 titik di bagian sisi Kelurahan Manembo-nembo berupa pemasangan bronjong, sementara satu titik lagi bronjong dipasang di dekat muara Kelurahan Girian Bawah serta satu titik talud penahan banjir dibangun di dekat jembatan Lingkungan III Kelurahan Manembo-nembo.

Baca juga:  Wilayah Luas, Bawaslu Perlu Peran Warga Awasi Pemilu

“Untuk yang di lingkungan III Kelurahan Manembo-nembo itu memang tidak dibangun bronjong karena warga meminta agar dibangun talud saja sekira 150 meter mengingat kalau dibangun bronjong air pasti masuk lagi dan sekarang proyeknya telah selesai,” tutupnya.(yet)

Pos terkait