Kakanwil Kemenkunham Sulut Pastikan Tes CPNS Transparan

  • Whatsapp
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Pondang Tambunan didampingi kepala Ombudsman Sulut Hilda Tirayoh, Kepala Badan Kepegawaian Nasional Provinsi E Nainggolan, dan perwakilan Kemenkunham lainnya Murditjo Sasto

IndoBRITA, Manado — Seleksi Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2017, dilingkungan Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) telah dilaksanakan sejak awal bulan Agustus. Hingga sekarang ini, pendaftar melalui jalur online, telah mencapai angka 4557. Sementara berkas yang telah diambil pihak Kemenkumham Sulut lewat Kantor Pos mencapai 1007 berkas.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Pondang Tambunan didampingi kepala Ombudsman Sulut Hilda Tirayoh, Kepala Badan Kepegawaian Nasional Provinsi E Nainggolan, dan perwakilan  Kemenkunham lainnya Murditjo Sasto, menjelaskan pihaknya akan melaksanakan tes CPNS ini secara transaparan, dan tanpa ada pungutan liar apapun.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Program ‘POLISIDA’, Kapolsek Amurang jadi Pembina Upacara di SMP N 1 Amurang

“Ini komitmen kita bersama.  Karena kita sekarang sudah melaksanan sistem tes ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT), yang membuat pelaksanaan ujian secara transparan. Pastinya tanpa ada kepentingan dari oknum tertentu yang akan membuka cela terjadi pungli,” jelas Pondang, saat menggelar coffe morning Selasa (15/08/2017) di ruangan aula Kemenkunham Sulawesi Utara (Sulut)

Dirinya pun meyakini, jika sistem CAT merupakan cara terbaik pelaksanaan ujian,  yang bisa menghasilakn lulusan CPNS yang terbaik.

“Saya pastikan Sistem berbasis CAT akan berhasil memunculkan ASN terbaik,  yang betul-betul tersaring dengan baik.  Ini juga merupakan kesempatan dari warga Sulut untuk bisa mengikuti ujian bersaing mengikuti ujian ini dengan baik,” ucapnya.

Baca juga:  KPK Lakukan Pemeriksaan di Polda Sulut

“Harapan saya masyarakat Sulut bisa lolos seleksi,  dan bisa diterima bekerja di Kemenkunham,” tandasnya

Di lain pihak Kepala Ombudsman Hilda Tirayoh,  meminta masyarakat melaporkan jika ada kecurangan yang terjadi dalam tahap seleksi ini. Pihaknya pun memastikan jika benar terjadi kecurangan. Tim Ombudsman akan turun langsung memeriksa serta memproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya menghimbau masyarakat agar tidak percaya dengan tawaran masuk ASN tanpa melalui proses yang telah diatur. Kalau memang ada tolong laporkan. Kita pun akan memproses oknum tersebut,” tandasnya. (hng)

Pos terkait