Menu

Bayi Tomohon Lahir di Hari Merdeka, Pasutri Guru Berharap jadi Pahlawan

  Dibaca : 1496 kali
Bayi Tomohon Lahir di Hari Merdeka, Pasutri Guru Berharap jadi Pahlawan

Frity bersama kedua anaknya saat berada di RSU Gunung Maria Tomohon. (Foto: Jimry/indoBRITA)

 

indoBRITA, Tomohon- Hampir semua pasangan suami istri merencanakan tanggal kelahiran anaknya. Meskipun semua itu tergantung dari kehendak Sang Pencipta.

Memiliki tanggal kelahiran yang unik merupakan hal yang sangat berharga. Apalagi, terlahir bersamaan dengan tanggal-tanggal bersejarah. Seperti 17 Agustus, yang diperingati oleh seluruh Bangsa Indonesia sebagai tanggal kemerdekaan.

Momen bahagia tersebut, dialami pasangan suami istri Stefli Lalujan SPd dan Frity Lisa Taroreh SPd MSi. Tak disangka, anak kedua dari pasangan yang tinggal di lingkungan VI, Kelurahan Talete Satu, Kecamatan Tomohon Tengah itu, lahir pada pukul 01.13 Wita, Kamis (17/8/2017), di Rumah Sakit Umum (RSU) Gunung Maria Tomohon.

Saat diwawancarai indoBRITA, Frity mengungkapkan, awalnya tidak berencana akan melahirkan pada 17 Agustus, namun ternyata Tuhan berkehendak sehingga bisa bertepatan.

Baca juga:  Walikota Tomohon Menjamu Para Dubes Peserta TIFF 2018

“Memang beberapa bulan sebelumnya ketika melakukan kontrol, dokter katakan hari perkiraan lahir pada 13 Agustus. Dari perkiraan dokter itu, saya sudah ada perasaan bisa sampai tanggal 17 Agustus. Dan akhirnya, saya masuk rumah sakit pada hari Selasa tanggal 15 Agustus, hingga melahirkan disaat bersamaan dengan HUT RI,” bebernya, di ruangan Irina Yohana, Kamis (17/8/2017), sore.

Guru Mata Pelajaran Kimia di SMA Kristen 1 Tomohon itu pun, mengucap syukur karena bisa melahirkan anak berjenis kelamin laki-laki secara normal dengan tinggi badan 50 Cm dan berat 3,8 Kg. “Saya dan suami serta keluarga senang sekali. Puji Tuhan, berkat pertolonganNya sehingga di hari kemerdekaan ini menjadi hari lahir anak kedua kami,” tuturnya.

Baca juga:  Diduga Dianiaya Oknum Sipir, Napi Lapas Tewaan Bitung Kritis

Diapun berharap, jika sudah besar nanti adik dari putri mereka Selen Lalujan ini, bukan hanya bisa berguna bagi keluarga, namun juga bagi bangsa dan negara. “Anak kami ini juga turut merasakan perjuangan dan merdeka dari dalam rahim. Semoga bisa menjadi pahlawan bagi keluarga kami. Siapa tahu juga kedepan bisa menjadi anggota Paskibraka,” harapnya.

Frity bersama suaminya yang juga guru mata pelajaran Kimia di SMAN 1 Bitung, masih memilih nama pertama yang cocok berkaitan dengan HUT Proklamasi kepada anaknya. Sampai saat ini, untuk nama kedua yakni Petra Lalujan.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari pihak RSU Gunung Maria, hingga pukul 16.00 Wita, bayi yang lahir pada tanggal 17 Agustus 2017 hanya satu orang, yaitu anak dari pasangan Fitry dan Stefli.(jfl)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional