Ini Perasaan Gabriel Rapar Detik-detik Bentangkan Bendera Merah Putih

  • Whatsapp

Gabriel Rapar bersama kedua orangtuanya saat foto bersama dengan Kapolres Tomohon. (Foto: ist)

 

Bacaan Lainnya

indoBRITA, Tomohon- Menjadi petugas Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) merupakan hal yang sangat dibanggakan oleh para siswa.

Apalagi, dipercayakan bertugas disaat Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional.

Namun, selain perasaan bangga, rasa gugup dan takut juga menyelimuti para petugas. Terlebih, bagi petugas pembentang bendera Merah Putih.

Seperti yang dirasakan, Gabriel Rapar siswa kelas III, SMAN 1 Tomohon, yang terpilih menjadi salah satu anggota Paskibraka, saat Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke- 72 di Kota Tomohon, Kamis (17/8/2017).

Baca juga:  Rakor KPA Tomohon, SAS: Hingga Desember 2016 Sudah Ada 148 Kasus HIV-AIDS

Dirinya mengaku, sangat gugup dan pikirannya dipenuhi aneka kekhawatiran hal-hal terburuk. Sebab, menjadi petugas pembentang bendera itu merupakan beban yang sangat berat.

“Jika saya salah membentangkan bendera, maka akan menjadi kesalahan yang sangat fatal bagi kami seluruh anggota Paskibraka,” bebernya, saat diwawancarai indoBRITA, usai melaksanakan tugas pengibaran bendera di Halaman Kantor Wali Kota Tomohon.

Perasaan takut itu, masih terus membayanginya sampai saat persiapan baris di lokasi upacara. Ketika, aba-aba langkah tegap maju oleh Komandan Paskibraka, semua mata tertuju pada langkah demi langkah pasukan memasuki arena upacara dan mengambil bendera di panggung wali kota untuk dikibarkan.

“Saya sangat gugup, ketika saat hendak mengibarkan bendera, karena takut terbalik atau terlepas. Tapi, saat berada di tiang, ketika mau menarik bendera saya membayangkan wajah pelatih, ketua dan puji Tuhan sukses,” ujarnya.

Baca juga:  80 ASN Pemkot Tomohon Terima 'Hadiah' HUT Kemerdekaan

Putra semata wayang AIPTU Heski Rapar dan Evangelin Pusungunaung itu, juga bercita-cita ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang polisi, usai menempuh pendidikan di bangku SMA.

“Saya ingin sekali megabdi di Akademi Polisi (Akpol) mengikuti jejak ayah yang juga adalah seorang anggota Polri yang saat ini betugas di Polsek Tomohon Utara, Polres Tomohon,” tutur Gabriel sapaan akrabnya.

Ada beberapa hal yang menjadi alasan dirinya ingin masuk Polisi, yakni ingin memperoleh pekerjaan yang bisa menjamin masa depan secara pasti, mengabdi kepada bangsa dan negara melalui angkatan kepolisian.

“Juga menjadi suatu kebanggan berbaju dinas kepolisian sebagai pengayom masyarakat dan yang terakhir ingin secara langsung turut menegakkan keadilan,” tukasnya.(jfl)

Pos terkait