Menu

Kapal Pembasmi Eceng Gondok Dipersoalkan

  Dibaca : 309 kali
Kapal Pembasmi Eceng Gondok Dipersoalkan
Steve Kepel.
IndoBRITA, Manado – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara siap membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa untuk membersihkan eceng gondok di Danau Tondano, dengan menggunakan kapal Aquatic Weed Harvester.Namun, niat yang tulus itu menimbulkan isu yang tidak sedap bahkan dipersoalkan. Soalnya, beredar kabar bahwa kapal tersebut sudah ada padahal itu baru saja disetujui dalam APBD Perubahan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulut Steve Kepel membantah bila bantuan kapal yang akan membasmi eceng gondok di Danau Tondano sudah ada.”Siapa yang bilang sudah ada? Belum ada itu (kapal),” ujar Kepel, Jumat (25/8/17).
Namun ia tidak membantah bahwa ada kapal yang mirip dengan Aquatic Weed Harvester di Sulut. “Tapi itu kapal fungsinya lain, hanya untuk penyapu lumpur bukan untuk eceng gondok,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey siap membantu Pemkab Minahasa untuk melakukan pembersihan eceng gondok dan material sedimentasi di Danau Tondano dengan menggunakan kapal Aquatic Weed Harvester.“Fungsi kapal itu memang mengangkat eceng gondok dan sedimentasi,” ungkap gubernur.
Pengoperasian kapal ini merupakan salah satu upaya gubernur untuk membantu Kabupaten Minahasa mengatasi masalah yang disebabkan oleh tanaman gulma itu. Nantinya, setelah bersih dari eceng gondok, akan dilakukan penataan kembali terhadap Danau Tondano yang juga merupakan satu dari 15 danau di Indonesia yang dilindungi itu.
Apalagi, Danau Tondano tidak hanya menjadi ikon Sulawesi Utara khususnya Minahasa tapi juga menjadi nadi perekonomian masyarakat.Selain itu, banyak sekali fungsinya mulai dari sumber air minum PDAM, pembangkit listrik, juga sebagai sumber pencarian nelayan dan pemilik tempat makan, juga lokasi wisata.
Diketahui, Aquatic Weed Harvester dikembangkan untuk memungkinkan pemeliharaan kanal, danau dan sungai dan untuk menghilangkan kehidupan akuatik yang berlebihan seperti eceng gondok dan tanaman lainnya yang dapat berdampak negatif pada ekologi jalur air. 
Pemanen mekanis adalah mesin apung besar yang memiliki pisau pemotong bawah air yang memutus batang tanaman bawah air, mengumpulkan gulma dan mengangkatnya ke sabuk pengaman, menyimpan vegetasi di atas kapal secara terus menerus. Secara berkala, ini dilepaskan ke tongkang atau fasilitas darat. Nantinya, produk hasil eceng gondok yang diangkat dapat dikomposkan atau dikirim ke tempat pembuangan akhir.(sco)
Baca juga:  Komitmen OD-SK di Bidang Investasi, Tahun 2019 Tembus Rp11,5 Triliun
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional