Menu

Sertifikasi Tanah, BPN Sulut Siap Sukseskan Program Jokowi

  Dibaca : 632 kali
Sertifikasi Tanah, BPN Sulut Siap Sukseskan Program Jokowi
Kabid Infratsruktur Deany Keintjem dan anggota DPD RI Beany Rhamdani (foto:dok fb wk)

indoBRITA, Manado-Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil PBN) Sulut mendapat tugas cukup berat dari  Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil.  Tugas yang dimaksud adalah penyelesaian sertifikasi 43 ribu bidang tanah di daerah Nyiur Melambai.

Tugas  itu sendiri dibebankan Sofyan demi memenuhi perampungan sertifikasi lima juta bidang tanah  di seluruh Indonesia sebagaimana permintaan Presiden Jokowi.  “Kita harus menyukseskan program  Presiden Jokowi.  Dalam kaitan itu Pak Kakanwil BPN/ATR Sulut meminta semua staf bekerja keras mewujudkan target tersebut,” kata Kepala Bidang Insftruktur BPN/ATR Kanwil Sulut, Deany Keintjem kepada wartawan di Manado, Kamis (31/8/2018).

Pria yang aktif dalam sejumlah organisasi ini menyebut dua kota, Tomohon dan Kotamobagu menjadi sentra utama  penyelesaian target dari pemerintah pusat.  “Tomohon 13.500 ribu bidang tanah, sementara Kotamobagu 10.000 bidang tanah. Sisanya 1.500 bidang lahan di Minahasa dan daerah lainnya di Sulut,” ujar Deany.

Baca juga:  Gubernur Terpilih dan Kader Demokrat Papua Dukung Jokowi, Enembe: Kami Siap jika Dipecat

Mengingat Tomohon dan Kotamobagu mendapat porsi yang lebih banyak, maka di dua daerah ini menurut Deany, pelaksanaan pengukurannya dilelang.  “Kami memaksimalkan semua potensi dan meyakinkan pemerintah pusat bahwa Kanwil BPN Sulut mampu melakukan pengukuran dan pemetaan  di 43 ribu lahan yang dimaksud,” ucapnya.

Jika sukses merealisasikan target dari Menteri Agraria dan BPN Pusat itu,  tahun depan Kanwil BPN Sulut tahun depan akan mendapat 63 ribu lahan.  Dengan terus melakukan pelatihan sumber daya manusia (SDM), birokrat yang kerap meraih penghargaan tingkat nasional ini optimis semua rencana dan target bisa terwujud.

Baca juga:  Dispar Manado Gelar Sosialisasi Dengan Pelaku Usaha

Ia pun berharap semua kalangan bersinergi untuk mempercepat sertifikasi tanah.  “Saat ini proses pengurusan dan persyaratannya kian dipermudah.Khusus Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) yang menjadi bagian program kami itu pengurusannya gratis. Namun gratis di sini ada ketentuannya,” ucapnya.

Deany melanjutkan jika pekerjaan sertifikasi yang terdiri dari pemetaan, pengukuran, pendaftaran, dan tahap akhir pemberian sertifikat akan sangat membantu banyak elemen.   “Dari pemetaan misalnya dapat diketahui nilai tanah hingga tidak ada permainan harga. Dari pemetaan pula bisa diketahui potensi usaha apa yang dikembangkan di suatu wilayah. Jadi ini sangat membantu investor,” kata Deany pula. (van/adm)

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional