Besok, Sekolah Sungai di Bitung Resmi Dimulai

  • Whatsapp
Pengukuhan komunitas dan siswa peduli sungai oleh Walikota Bitung Max Lomban didampingi Wawali Maurits Mantiri di sungai Girian beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan tahapan sosialisasi secara resmi BPBD Bitung akan menggelar Sekolah Sungai selama 3 hari dimulai besok. (Foto: Yefta)

indoBRITA, Bitung- Setelah dilakukan sosialisasi dan pengukuhan komunitas peduli sungai, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bitung akan membuka secara resmi Sekolah Sungai yang akan digelar, Kamis (14/9/17) besok.

Jeins Pangalila, Wakil Kasek Sekolah Sungai yang dikonfirmasi, Rabu (13/9/17) mengatakan, lokasi pelaksanaan kegiatan ini bertempat di Riverside Manembo-nembo dan pesertanya adalah para Lurah, Kepala Lingkungan berikut Ketua RT yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS), komunitas peduli sungai, siswa dan beberapa komunitas lainnya.

Bacaan Lainnya

Materi yang akan diterima oleh peserta menurut dia, diantaranya Mitigasi bencana sungai, rekonstruksi, penyelamatan sungai serta beberapa materi lainnya yang akan dibawakan oleh para pemateri yang berkompeten.

Baca juga:  Sitaro Masuki New Normal, Personil Gabungan Laksanakan Penertiban Protokol Kesehatan

Henry Roy Somba, pemerhati lingkungan yang dimintai tanggapannya mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bitung atas terbentuknya Sekolah Sungai di Kota Bitung dan hal ini perlu didukung oleh seluruh masyarakat.

Sebab, menurut dia, kerusakan lingkungan hidup telah menjadi persoalan serius di seluruh dunia.
“Dalam Undang Undang Lingkungan Hidup jelas ditegaskan bahwa sempadan sungai sampai pada radius tertentu adalah wilayah hutan lindung yang tidak bisa di eksploitasi dan dicemari dengan alasan apapun dan memiliki konsekuensi hukum yang sangat tegas bagi para pelanggar. Namun dalam praktiknya saya melihat aktivitas pengrusakan sungai lewat kegiatan penambangan galian C dan aktivitas lainnya secara massif dan ilegal telah terjadi di area sungai di kota Bitung lebih khusus wilayah hulu dari Sungai Girian,” tuturnya.

Baca juga:  Curi Uang di SPBU Madidir, Dua Warga Candi Diamankan Polsek Maesa

Sekolah Sungai lanjut Somba, harus hadir dan memecahkan persoalan kritis ini demi tetap terjaganya kondisi alam yang baik dan sebagai saran, program Sekolah Sungai bila orientasinya untuk anak anak sekolah, maka perlu juga membidik sekolah-sekolah yang ada di sekitar hulu sungai agar para murid mendapatkan pemahaman yang komplit untuk merawat sungai lebih khusus yang ada di wilayah hulu bahkan menjaga dan merawat kelestarian lingkungan hidup secara umum.(yet)

 

Pos terkait