Menu

Kementerian Luar Negeri Tepis Daftar Usulan Dubes Baru yang Beredar

  Dibaca : 1028 kali
Kementerian Luar Negeri Tepis Daftar Usulan Dubes Baru yang Beredar
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam sesi jumpa pers (foto:setkab)

Warga Sulut Doakan Khusus SHS

indoBRITA, Jakarta– Daftar usulan nama duta besar (Dubes) Indonesia baru untuk beberapa negara sudah beredar luas di masyarakat. Daftar itu menjadi pembicaraan hangat masyarakat, terutama di Sulawesi Utara (Sulut).

Jadi topik paling hangat karena sebelumnya banyak kalangan sudah menyampaikan ucapan selamat di media sosial kepada mantan Gubernur Sulut, Sinyo Harry Sarundajang (SHS) sebagai Dubes Indonesia untuk Filipina. Namun, hanya sehari setelah ramainya postingan ucapan selamat buat SHS, beredar daftar usulan nama-nama Dubes.

Daftar Usulan Dubes yang beredar (ist)

Di daftar itu tak ada nama SHS. Sesuai draft yang beredar tersebut, pengganti Letjen (purn) Johny Lumintang sebagai Dubes Indonesia untuk Filipina adalah Harmono. Harmono saat ini menjabat BNP2TKI.

Baca juga:  Bersumber DAK 2021, Rp 14 Miliar Revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Amurang

“Kalau daftar usulan itu benar, kami jelas kecewa karena tak ada nama SHS. Kita menunggu saja pengumuman resmi dari Presiden Jokowi. Doa kami semoga SHS tetap terakomodir,” ujar Greinny Sambur, pemimpin redaksi salah satu media online di Manado.  “Ya, doa kami semoga SHS tetap masuk,” timpal Adri Muthalib, aktivis pemuda Sulut yang dibenarkan puluhan rekan-rekannya.

Soal draft yang beredar itu, orang terdekat istana yang meminta namanya tak disebut menyatakan itu bukan daftar resmi. “Dari mana draft itu? Saya kira daftar itu tak resmi,” ucapnya kepada indoBRITA di Jakarta, Jumat (15/9/2017) malam.

Draft ini ternyata sudah dua pekan beredar. Sebelumnya Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Armanatha Nasir juga membantah soal itu. “Daftar yang beredar bukan daftar resmi, sehingga tidak bisa dikonfirmasi,” ujar Armanatha.

Baca juga:  Komitmen OD-SK di Bidang Investasi, Tahun 2019 Tembus Rp11,5 Triliun

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi juga menyampaikan hal serupa. “Mohon maaf ya. Kami tidak dapat memberikan komentar terhadap dokumen yang tidak resmi tersebut,” kata Retno

Sementara Djauhari Oratmangun , yang namanya ada di daftar itu menyatakan kalau itu tak benar. Staf khusus Menlu untuk isu-isu strategis ini mengaku tak tahu re-info atau isu surat tersebut.

Di daftar yang sudah beredar itu, beberapa nama yang sudah tak asing bagi publik seperti Todung Mulya Lubis, Muliaman Hadad, Adrino Chaniago, Djauhari Oratmangun, Soegeng Rahardjo dan diplomat senior Arif Havas Oegroseno. (nal/adm)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional