Gubernur Olly Minta Masyarakat Tetap Rukun dan Damai

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado – Meskipun majemuk dan beragam, kehidupan masyarakat Sulawesi Utara hingga saat ini berjalan rukun dan damai. Sifat rakyat itu diharapkan Gubernur Olly Dondokambey agar tetap dipertahankan.

“Suasana kondusif ini adalah buah dari tingginya kesadaran masyarakat untuk selalu hidup berdampingan satu dengan yang lain dalam kerukunan dan kedamaian, termasuk didalamnya andil positif, baik pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan bahu membahu dalam menjaga dan menciptakan kedamaian yang ada di daerah ini,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, John Palandung saat membacakan sambutan Gubernur Olly Dondokambey pada Rapat Koordinasi dan Sinergitas Hubungan Antar Lembaga Pemerintah dan Pemerintah Daerah Dalam Rangka Peningkatan Kewaspadaan Nasional yang dilaksanakan di Manado, Senin (18/9/217).

Baca juga:  Wagub Ajak Masyarakat Entaskan Kemiskinan

Meskipun demikian, Olly mengingatkan semua pihak dapat selalu menjaga keberlangsungan pembangunan yang damai tersebut dari kendala dan ancaman yang datang dalam berbagai bentuk.

“Kendala dan ancaman tersebut bisa berupa peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh perang, alam, ulah manusia yang dapat mengakibatkan korban dan penderitaan manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana prasarana dan fasilitas umum, serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat,” ujarnya.

Dengan realitas ini, masih dalam sambutan, Gubernur Olly meminta seluruh pihak terkait dapat terus meningkatkan koordinasi khususnya terkait peran, fungsi dan tanggung jawab di berbagai tingkatan pemerintahan (baik pusat, provinsi maupun kabupaten dan kota), serta di semua komponen masyarakat yang ada.

Baca juga:  Awal Baik bagi OD-SK, Ekonomi Sulut Tumbuh 1,87 Persen Berada di Atas Nasional

“Peran dan fungsi ini sangat penting bagi pemerintah dan masyarakat Sulut, mengingat, selain memiliki karakteristik wilayah kepulauan, Sulut juga memiliki latar belakang berbagai etnis, sub-etnis, agama dan budaya, serta potensi ancaman sosial dan politik lainnya,” imbuhnya.

Diketahui, terdapat 287 pulau di Sulut. 59 diantaranya adalah pulau berpenghuni dan 228 lainnya belum berpenghuni. Secara geografis Sulut berada di kawasan perbatasan negara, dimana dua pulau yakni Pulau Miangas dan Marore berhadapan langsung dengan Filipina Selatan yang rawan terhadap ancaman terorisme.

Adapun pertemuan itu turut dihadiri Plt. Direktur Kewaspadaan Nasional Kemendagri, Drs Heru Matador, MSi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Steven Liow dan perwakilan dari organisasi kemasyarakatan.(sco)

Pos terkait