Menu

Jembatan Soekarno Hanya Kelihatan Bagus di Film, Legislator Kota Manado Kecewa Karena Ini

  Dibaca : 739 kali
Jembatan Soekarno Hanya Kelihatan Bagus di Film, Legislator Kota Manado Kecewa Karena Ini
Jembatan Soekarna yang menjadi ikon Kota Manado. Inzert Anggota DPRD Manado, Stenly Tamo.

indoBRITA, Manado – Legislator Kota Manado Stenly Tamo sangat kecewa lantaran tidak bisa menikmati lagi keindahan yang ada di Jembatan Soekarno. Pasalnya, lampu warna-warni yang menghiasi keindahan jembatan tersebut sudah tidak seperti pada waktu pertama diresmikannya jembatan itu, karena lampu sorot serta penerangan jalanpun sudah tidak menyala.

“Satu pertanyaan yang timbul, bukankah Kami warga Manado baru menyelesaikan kegiatan pariwisata yang sangat mega yang kita sebut MANADO FIESTA 2017 yang notabene didukung oleh Pemerintah Propinsi Sulut?,”kata Tamo.

Selain itu, rasa kekecewaan Ketua Fraksi Hanura DPRD Manado ini dicurahkan di salah satu akun Facebook miliknya, Senin (18/9/2017).

Dikatakan Tamo, bahwa setelah pulang dari nonton Film Tom dan Jerry (Poloh pa kita sayang) film yang membuat penonton merasa terhibur karena peran yang kocak yang diperankan oleh beberapa artis .
Lebih bangga lagi, pembuatan film tersebut mengexplor 90 % daerah wisata yang ada di Sulawesi Utara lebih khususnya Kota Manado.

Baca juga:  Program GISA dan PTSL, Disdukcapil Minsel MoU Dengan Kantor Pertanahan Minsel

Lanjutnya, spot spot wisata yang ada seperti Pulau Bunaken nampak begitu indah bersih tidak ada lagi sampah, spot Jembatan Soekarno yang begitu indah (salah satu icon ) ada juga spot spot yang lain yang di tampilkan di film tersebut.

Namun, sangat disayangkan ketika Tamo bersama keluarganya hendak pulang dan mengambil jalan alternatif untuk menghindar dari kemacetan, sehingga ia pun melewati jalan arah menuju Jembatan Soekarno dan pada saat itu juga didapatilah pemandangan yang tampak begitu gelap gulita.

“Setelah selesai nonton bersama keluarga kami pun berkeliling pusat belanja yang merupakan salah satu spot di Film (Polo pa kita sayang) setelah itu kami berajak untuk pulang melewati ruas jalan Piere Tendean (Boulevard) dan untuk menghidari titik macet di Zero Point , kami mengalihkan kendaraan menuju Jembatan Soekarno ( salah satu spot di Film, red) dan ingin melihat lampu warna warni. Tapi alangkah KECEWAnya melihat jembatan Soekarno yang GELAP GULITA,”ungkapnya.

Baca juga:  Jadwal Aktifitas Pasar di Minahasa Hanya Satu Sampai Dua Kali Seminggu

Tamo sendiri menyebutkan harus ada kejelasan pengelolaan jembatan tersebut antara pemerintah provinsi maupun pemerintah Kota Manado, agar tidak saling lempar tanggung jawab saat ada persoalan.

“Sangat disayangkan kalau ikon kita kemudian akhirnya penerangan malah mati. Jangan CUMA GAGAH DI FELEM (Hanya di Film saja yang bagus),”ujarnya.(ewa)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional