Sosok Pria Ditemukan Tewas dengan Mulut Berbusa di Kamar Hotel Whiz Prime

  • Whatsapp
Mayat korban saat di bawah ke Rumah Sakit Bhayangkara.

indoBrita, Manado – Penghuni Hotel Whiz Prime yang berada di Kecamatan Wenang tepatnya di Kompleks Megamas digemparkan dengan penemuan mayat di salah satu kamar Hotel tersebut. Mayat diketahui bernama Rionald Thiosyah(43), warga Kelurahan Macini Sombala, Kecamatan, Tamalate, Provinsi Sulawesi Selatan ditemukan tidak bernyawa Pada selasa (19/9/2017), sekitar pukul 14.30 Wita.

Dari informasi yang berhasil dirangkum, berdasarkan keterangan dari saksi Devis Supangat (32) yang merupakan security Hotel Whiz, bahwa saat itu saksi berada di seputaran lobbi Whiz Hotel untuk bekerja, kemudian datang lelaki REY dari bagian front office memberitahukan bahwa di kamar no 602 akan check out hari ini, namun karena telah dihubunggi melalui telpon hotel tidak ada jawaban, kemudian saksi menuju ke kamar yg dimaksud.
Saat berada di lift saksi bertemu dengan temannya bernama Alfons yang juga di perintahkan untuk mengecek tamu yang berada di kamar hotel nomor 602.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Diduga Kehabisaan Oksigen, Tiga Pria asal Desa Tenilo Meninggal dalam Sumur

Setelah tiba depan pintu kamar, saksi mengetuk pintu kamar tersebut, karena tidak ada jawaban dari dalam, sehingga sesuai dengan sop hotel keduanya membuka pintu kamar dengan kunci cadangan yang dapat membuka seluruh pintu kamar yang ada di hotel Whiz.

Setelah pintu kamar 602 terbuka, teman saksi Alfons lebih dulu masuk kedalam kamar, sedangkan saksi berdiri di depan pintu. Karena saksi dan teman saksi ALfons tidak milihat korban maka keduanya mencari di kamar mandi.
Saat lelaki Alfons menuju ke arah jendela kamar dia melihat korban tertelungkup dan sudah dalam keadaan meninggal dunia, lelaki yang diketahui check ini dihotel tersebut pada tanggal (17/9/2017) terbujur kaku mengeluarkan cairan dari mulut serta terdapat obat di depan mulut korban.

Baca juga:  Ganggu Lahan Pemprov, Biro Hukum Tidak Tinggal Diam

Melihat hal tesebut, kedua saksi kemudian langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada manager hotel bernama aleks dan langsung menghubungi pihak Kepolisian.

Kasubag Humas AKP Roly Sahelangi membenarkan adanya kejadian tersebut, “Saat ini korban sudah dibawah ke RS Bhayangkara, namun pihak keluarga menolak untuk diotopsi, diduga korban meninggal karena penyakit darah tinggi yang sudah lama diderita,” jelasnya. (Irv)

Pos terkait