Sidang Pembunuhan Tateli Kembali Bergulir

  • Whatsapp

IndoBRITA, Manado — Sidang kasus pembunuhan Agustina Mamahit, di Tateli, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Maret 2017 lalu, dengan terdakwa FS alias Frengky, kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Selasa (26/09/2017).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Noval Taher, Edwin Tumundo dan Rudy Kayadoe, menghadirkan dua saksi fakta Ferdy Lumuhu dan Setia Budi Sulistiono.

Bacaan Lainnya

Dalam keterangan saksi, baik Lumuhu dan Sulistiono mereka menjelaskan tidak melihat langsung kejadian pembunuhan yang menewaskan korban.

Keduanya hanya mendengarkan teriakan anak korban Rosita, yang mengatakan bahwa ibunya diserang terdakwa.

“Saat itu kami menemui Rosita yang tengah berteriak-teriak di jalan, bahwa ibunya diserang terdakwa. Kemudian pergi menuju rumah korban,” terang Lumuhu dan Sulistiono, saat ditanya Ketua Majelis Hakim Imanuel Barru.

Baca juga:  Polresta Manado Amankan Tiga Tersangka Pecah Kaca Mobil

Diterangkan Lumuhu, yang sempat masuk ke rumah korban, sewaktu pertama masuk dia tidak melihat korban karena lampu padam.

“Saya kembali menemui Rosita karena tidak melihat korban lantaran lampu padam. Saat itu ingin bertanya dimana posisi korban, tapi Rosita sendiri yang sudah mandi darah sudah lemas dan hanya mengatakan ibunya kemungkinan sudah meninggal,” tutur Luwuhu.

Kendati dalam keadaan gelap, Luwuhu pun kembali dan berusaha masuk. Dia pun akhirnya menemukan korban tergeletak di dalam kamar.

“Saya lihat korban tapi takut menyentuhnya, hanya melihat darah berceceran di lantai dan tempat tidur kamar depan,” beber Lumuhu mengakhiri keterangannya.

Persidangan masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi. Sebagaimana informasi penuntut umum, masih ada dua saksi fakta yang akan didengar keterangan sehubungan dengan peristiwa dimaksud.

Baca juga:  Hakim Vonis Terdakwa Pembunuhan 6,6 Tahun

“Sidang ditunda Senin pekan depan, diminta kepada JPU untuk menghadirkan dua saksi lagi dan memerintahkan kepada penuntut umum untuk menghadirkan terdakwa juga,” tukas Barru.

Peristiwa pembunuhan terhadap Agustina berlangsung Kamis 9 Maret 2017, sekitar pukul 06.00 Wita, di Desa Tateli Jaga IV, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, di tempat kediaman korban.

Terdakwa menghabisi korban dengan cara mencekik leher korban. Tak puas membunuh korban, kemudian terdakwa masuk ke kamar Rosita Mamahit kemudian menganiaya dan menikam Rosita. Akibat perbuatannya, terdakwa diancam JPU dengan pasal berlapis dan hukuman berat, pasal 340 KUHP, pasal 338 KUHP dan pasal 354 ayat 2 KUHP. (hng)

Pos terkait