Diduga Alami Gangguan Jiwa, Alferd Habisi Nyawa Niko

AG alias Alferd (42), yang diduga mengalami gangguan jiwa, melakukan penganiayaan terhadap korban Niko Demus Makalikis (52), warga Desa Sang Kecamatan Sangkub. foto (ist)

IndoBRITA, Manado — Diduga mengalami gangguan jiwa, seorang lelaki berinisial AG alias Alferd (42), melakukan penganiayaan terhadap korban Niko Demus Makalikis (52), warga Desa Sang Kecamatan Sangkub.

Peristiwa yang terjadi pada hari Senin (2/110/2017) tersebut menyebabkan korban meninggal dunia dengan luka di bagian kepala dan di sekujur tubuhnya.

Bacaan Lainnya

Menurut saksi mata Darius, tersangka pada hari itu sekira pukul 12.30 Wita berteriak sambil membawa senjata tajam jenis parang yang sudah berlumuran darah dari rumah korban dan mengatakan “pigi tanam jo pa Niko kita so potong pa dia”.

Baca juga:  Kunker ke Polres Kepulauan Sangihe, Kapolda Resmikan Renovasi Gedung SPKT dan Tinjau Ruang Pelayanan Publik

Saksi kemudian mengecek ke rumah korban dan dirinya mendapati banyak ceceran darah di lantai dapur rumah korban.

Kemudian saksi memanggil sangadi dan masyarakat untuk mengecek rumah korban dan mendapatkan korban dalam keadaan terlentang dengan luka luka akibat senjata tajam.

Korban sempat dibawa ke Puskesmas Sangkub, namun karena luka yang diderita cukup parah, akhirnya korban dirujuk ke Rumah Sakit Malalayang Manado, namun sudah tak tertolong. Pukul 16.30 Wita korban meninggal dunia.

Kapolsek Sangkub Ipda Agus Sumandik ketika dihubungi membenarkan peristiwa tersebut.

Baca juga:  Polres Minsel Dengarkan Aspirasi Masyarakat Desa Tawaang Barat

“Iya benar, telah terjadi penganiayaan berat yang menyebabkan korban Deki Demus meninggal dunia, pelaku untuk sementara sudah kami amankan untuk mengungkap motif dibalik peristiwa ini. Pelaku masih sulit dimintai keterangan, diduga pelaku mengalami gangguan jiwa,” katanya.

Sementara itu Wakapolres Bolmong Kompol Apri Wibowo, SIK meminta agar Kapolsek Sangkub segera berkoordinasi dengan Pemkab Bolmut (Dinsos) serta pihak terkait guna membawa pelaku ke rumah sakit jiwa, untuk memastikan gangguan jiwa pelaku serta mengantisipasi aksi balas dendam dari keluarga korban. (hng)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *