Seleksi Terbuka Selesai, Pejabat Pemprov Sulut Mulai Was-was 

Sejumlah pejabat Pemprov Sulut dalam suatu kegiatan di Kantor Gubernur.(ist)

IndoBRITA, Manado -Tahapan Seleksi terbuka untuk posisi tiga Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut), yakni Kepala Dinas Pangan Daerah (DPD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak), sudah selesai. Tinggal menunggu hasilnya akhir pekan ini.

“Nanti Jumat hasilnya,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Femmy Suluh, Rabu (4/10/17).

Adapun seleksi yang diikuti sebanyak 17 pejabat itu, yakni seleksi administrasi, tes assesment, penulisan makalah dan tes wawancara. Di mana, setiap tahapan tes memiliki nilai bobot yang berbeda dengan keseluruhan nilai bobot 100 persen.

“Untuk administrasi bobotnya 20 persen, assesment 20 persen, tes makalah berbobot 30 persen dan wawancara 30 persen,” bebernya.

Suluh menjelaskan bahwa hasil terbaik dari keseluruhan tes akan diserahkan kepada Gubernur Olly Dondokambey, selanjutnya dikirim ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Baca juga:  Diikuti Fartoni, Menkopolhukan Pimpin Rakor Pilkada

“Usai tiga jabatan ini akan dilanjutkan dengan seleksi terbuka untuk jabatan Kepala Biro Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik serta Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan,” tukasnya.

Adapun Panitia Seleksi (Pansel) yang melakukan penilaian, selain Sekretaris Provinsi Edwin Silangen yang menjadi Ketua Pansel, ada juga Asisten III Ir Roy Roring, MSi, Rektor Unsrat, Prof Ellen Kumaat, Rektor Unklab Amelius Tommy Mambu, MA, PhD dan Mantan Rektor Unika De La Salle Ps. Revi Tanod.

Berakhirnya tahapan seleksi terbuka tersebut, membuat pejabat eselon II mulai was-was. Pasalnya, sesuai pernyatan Gubernur Olly Dondokambey, baru-baru ini bahwa bulan Oktober bakal digelar rolling.

Rolling nantinya bukan hanya dilakukan bagi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, namun jabatan eselon III dan IV, bakal ada perombakan. “Rolling semua eselon II, III dan IV,” tegas gubernur.

Baca juga:  Fatoni Harap Gerakan Sulut Bermasker Terus Digelorakan

Menurut gubernur, para pejabat saat ini sedang dilakukan evaluasi. Bila tidak sesuai keinginan gubernur maka siap-siap untuk ‘dicopot’.

Saking khawatir bakal diganti, ada pejabat yang mulai cari muka pimpinan. Hampir setiap kegiatan gubernur, pejabat ikut mendampingi. Padahal, pejabat itu tidak disuruh mendampingi.

“Bukan begitu caranya. Seharusnya tunjukin dengan meningkatkan kinerja,” sembur Pengamat Politik dan Pemerintahan Taufik Tumbelaka, Kamis (5/10/17).

Mantan Aktifis Universitas Gajah Mada itu mengingatkan kembali para birokrat untuk melakukan apa yang diinginkan top eksekutif.

“Keinginan pimpinan adalah harus berinovasi. Jadi, kalau gubernur dan wakil gubernur berlari, pejabat harus melompat. Intinya, kerja, kerja dan kerja demi terwujudnya Sulut Hebat,” pungkas Tumbelaka.(sco)

Pos terkait