Tinjau SPAM Batuputih, Habriyanto Minta Dikelola Dengan Baik

  • Whatsapp
Anggota Komisi C DPRD Bitung Habriyanto Achmad didampingi tim dari Bidang SDA Dinas PUPR Bitung ketika meninjau dan melihat dari dekat pekerjaan proyek air minum di kawasan TWA Batuputih. Dalam peninjauan ini Achmad berharap agar SPAM ini bisa dikelola dan dimanfaatkan oleh warga dengan baik.(foto : Yefta)

indoBRITA, Bitung-Anggota Komisi C dari fraksi Partai Demokrat DPRD Bitung Habriyanto Achmad bersama Dinas PUPR Bitung meninjau dan melihat dari dekat progress pekerjaan pembuatan Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) yang terletak di Taman Wisata Alam (TWA) Batuputih Kecamatan Ranowulu, Kamis (5/10/17).

Proyek senilai Rp2,7 Miliar yang bersumber dari DAK tahun 2017 tersebut nyaris rampung bahkan menurut Kabid SDA Dinas PUPR Rizal Sompotan sudah mencapai tahapan 95 persen dan tinggal menunggu pemasangan pipa di kiri kanan jalan sepanjang Kelurahan Batuputih bawah dan Kelurahan Batuputih Atas serta pemasangan sambungan ke 1100 rumah warga di Dua Kelurahan tersebut.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Wawali Bitung Buka Pelatihan Wirausaha Digital

“Sumbernya berasal dari mata air di TWA Batuputih,nantinya akan diserahkan untuk dikelola oleh pihak kelurahan setempat,” ujar Sompotan.

Habriyanto Achmad sendiri walaupun harus naik kendaraan off road menembus hutan menuju sumber mata air mengatakan, dirinya melihat pekerjaan proyek tersebut cukup baik namun berharap agar pengelolaan SPAM tersebut diatur dengan teliti termasuk dalam proses pengelolaan air minum bisa dinikmati oleh seluruh warga Batuputih.

“Yang jelas, saya berharap agar proyek air minum ini bisa dikelola dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat khususnya warga Batuputih. Kan sayang, Pemerintah sudah mengalokasikan anggaran sebesar ini kemudian outputnya tidak dirasakan benar oleh warga,” bebernya.

Baca juga:  Pangemanan Buka Sosialisasi Kesetaraan dan Perlakuan yang Sama di Tempat Kerja

Selain itu, Achmad juga berharap agar kompensasi pelayanan untuk operasional dan pemeliharaan jaringan air bersih berupa iuran yang akan ditagih ke warga juga tidak memberatkan.

“Seharusnya nantinya iurannya tidak sampai memberatkan masyarakat,” jelasnya.

Anta Tamara, Ketua LPM Kelurahan Batuputih Atas mengaku sejak 20 tahun lalu, dua Kelurahan tersebut tidak lagi merasakan pelayanan air bersih dan hanya mengandalkan air minum dari sumur-sumur walaupun sebagian sumur airnya terasa payau. “Memang dulu pernah ada jaringan pipa namun sudah hancur semua, sekarang warga sudah bisa menikmati air bersih yang layak, ini sangat kami apresiasi,” tutupnya.(yet)

 

 

 

 

 

Pos terkait