Menu

KPK Geledah Ruang Kerja dan Rumah Dinas Ketua PT

  Dibaca : 215 kali
KPK Geledah Ruang Kerja dan Rumah Dinas Ketua PT
Kepolisian Melakukan Pengamanan di Depan Gedung Pengadilan Tinggi (PT) Manado belum lama ini. foto (ist)

IndoBRITA, Manado—Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Utara Sudiwardono sebagai tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) kasus suap. Nah, Minggu (08/10/2017) Tim KPK melakukan penggeledahan di Rumah Dinas Kepala PT, di Jalan CH Taulu Nomor 6, Kelurahan Bumi Beringin dan Kantor Pengadilan Tinggi Jalan Sam Ratulangi.

Berdasarkan informasi dari awak media, Tim KPK tiba di Bandara Sam Ratulangi pukul 10.00 Wita, dengan berjumlah 27 orang. KPK pun kemudian langsung membentuk dua tim dan melakukan pemeriksaan secara serentak, dimulai  pukul 11.00 Wita. Namun penggeledahan di rumah dinas yang lebih dulu selesai pada pukul 15.00 Wita. Tim KPK yang berjumlah 14 orang itu, langsung menuju kendaraan masing-masing yaitu mobil kijang Innova nomor polisi 1154 FH berwarna Putih, mobil Kijang Innova nomor polisi B 1059 EOU, dan mobil Kijang Innova dengan nomor polisi DB 1740 LG, dengan membawa koper berwarna hijau dan ransel kecil yang diduga berisi barang bukti untuk diajukan di Peradilan.

Penjaga rumah dinas bernama Agus, ketika ditanya apa saja yang dilakukan penyidik KPK dirinya mengaku tidak tau.

“Saya hanya penjaga rumah, saya tidak tahu menahu,” ujar Agus,

Sementara di Pengadilan Tinggi, 5 orang anggota Polisi berpangkat brigadir polisi dua (Bripda) menjaga keamanan didepan pintu masuk PT Manado.

Wartawan hanya bisa memantau dari luar pintu. Sedikit demi sedikit beberapa anggota PT terlihat keluar dari ruangan.  Bahkan sekira pukul 15.00 Wita dua orang terlihat membawa makanan dus kedalam kantor PT. Salah satu anggota saat ditanya dari jam berapa disini ia menjawab jam 12.00 Wita.

Baca juga:  Seleksi Penerimaan Bintara/Tamtama Polri TA 2021, Panitia dan Peserta di Sulut Komit Tidak akan KKN

KPK pun selesai melakukan pemeriksaan pukul 19.00 Wita. Terpantau Tim berjumlah 13, mengunakan masker kain anti debu, dan tampa menggunakan rompi khas KPK dan membawa dua Koper berwarna Hijau dan sebuah kardus berkas, menuju ke arah Mobil dan langsung bergerak berjalan.

Sekira, pukul 19.35 Wita Wakil Kepala Pengadilan Tinggi Dr. Siswandriyono keluar dari Pengadilan Tinggi Manado.

Ketika dihampiri awak media, dirinya menjelaskan semua yang dibutuhkan pihaknya telah layani baik penggeledahan di ruangan Kepala PT dan Rumah dinas KPT.

Ia mengungkapkan ada satu hakim Ad Hoc atau hakim bersifat sementara, yang diperiksa untuk dimintai keterangan.

Lebih lanjut dirinya memastikan berkas yang dibawa KPK adalah berkas korupsi Tunjangan Penghasilan Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) Bolaang Mongondow yang menjerat terdakwa Marlina Moha Siahaan (MMS)

“Salinan perkara MMS kita berikan. Tapi Aslinya tetap ada pada kami,” jelasnya.

Ditanya kapan akan berproses lanjut persidangan lanjut. Ia menjawab masih akan berkordinasi dengan atasan.

Siswandriyono pun menjelaskan, selain ruangan Kepala PT. KPK juga menggeledah Ruangan IT.

“Ya, mereka juga menggeledah ruangan IT, tapi saya pastikan penyegelan ruangan Kepala PT tida ada,” tandasnya.

Disinggun apakah pihak PT sudah menjenguk atasanya saat ini, Ia pun belum mempunyai akses

Baca juga:  Warga Apresiasi Polsek Modoinding, Giring 6 Pelaku Keributan di Gereja

“Kalau itu kita nga ada akses ke KPK,” singkatnya

Diketahui sebelumnya Tim KPK menangkap lima orang yakni Aditya Anugrah Moha (ADM) anggota DPR RI Komisi XI. Sudiwardono Ketua PT Manado, berinisial Y, istri dari Sudiwardono, berinisial YM ajudan ADM, dan M sopir dari ADM di Hotel Pecalongan Jakarta.

KPK sendiri resmi menetapkan anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, AAM dan Ketua PT Sulawesi Utara, Sudiwardono sebagai tersangka suap.

Keduanya terjerat dalam kasus dugaan suap pemulusan penanganan putusan perkara banding untuk terdakwa Marlina Moha Siahaan, yang merupakan ibunda Aditya. Kasus itu sedang berproses di Pengadilan Tinggi Manado.

Dalam hal ini, Sudiwardono dijanjikan uang sebesar Rp1 miliar untuk memuluskan perkara atau memberikan vonis bebas terhadap Marlina Moha Siahaan. Adapun, uang tersebut diberikan Aditya Moha kepada Sudiwardono‎ dalam beberapa tahap.

Atas perbuatannya, sebagai pihak yang diduga menerima suap, Sudiwardono disangkakan ‎melanggar Pasal 12 huruf c, atau Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan, sebagai pihak yang diduga pemberi suap, Aditya Moha disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 ‎tentang Pemberantasan Tipikor, sebagaimana diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. (hng)

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional