Program ODSK Terus Dipacu, Matheuws Uji Publik ke Minahasa

  • Whatsapp
Fanny Matheuws saat memberikan arahan dalam uji publik.

IndoBRITA, Minahasa – Program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) terus dipacu, semua perangkat daerah. Tak terkecuali, Bappeda Sulut juga ikut mendorong agar pengentasan kemiskinan di Provinsi Sulut terwujud.

Kepala Bappeda Sulut melalui Kepala UPTB Balai Penanggulangan Kemiskinan Daerah, Fanny Matheuws, kepada wartawan, Kamis (12/10/17) mengatakan program ODSK strategi penanggulangan kemiskinan dilakukan melalui tiga pendekatan/kriteria, yaitu Pendekatan Perkapita, Pendekatan 18 Variabel Kemiskinan dan Pendekatan desil rumah tangga berdasarkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

“Dengan ini wilayah prioritas dan program yang tepat dapat ditentukan sehingga bantuan akan tepat sasaran”, jelasnya.

Menurutnya, saat ini UPTB Balai Penanggulangan Kemiskinan Bappeda Provinsi sedang melakukan validasi data BDT tahun 2015 yang diharapkan akan mengalami penurunan angka kemiskinan di Sulut.

“BDT tahun 2015 sudah dibagikan ke kabupaten dan kota, dengan validasi ini dipastikan ada penurunan angka kemiskinan, apalagi gebrakan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara bersinergi dengan kepala daerah di kabupaten/kota,” tambahnya.

Adapun dalam uji publik hasil daftar verivikasi validasi data kemiskinan kali ini yang diadakan di Desa Makalelon Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa tersebut, Matheuws kepada media ini mengatakan bahwa inti dari kegiatan tersebut adalah untuk melakukan verifikasi dan validasi terkait data penduduk miskin yang ada di daerah tersebut.

Baca juga:  Jadwal Pelantikan Belum Pasti, Olly-Steven Dipastikan Dilantik Presiden

“Intinya untuk memverifikasi dan validasi data penduduk miskin yang ada disini agar setiap bantuan bagi penduduk miskin memang benar-benar tepat sasaran, karena ini program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri, makanya kami turun langsung mengecek by name-by address setiap penduduk miskin, guna menghindari kesalahan sasaran penyaluran bantuan, misalnya dia pindah, atau sudah mendapatkan peningkatan ekonomi dan sebagainya”, jelasnya.

Tidak hanya itu, menurut Matheuws, metode yang digunakan oleh UPTB Balai Penanggulangan Kemiskinan Daerah Bappeda Provinsi Sulut yang kala itu bekerjasama dengan mahasiswa fakultas ekonomi UNSRAT tersebut meliputi berbagai aspek.

“Ada beberapa metode yang kami gunakan, seperti mengecek langsung hunian penduduk by name by address, melakukan wawancara bersama pemilik hunian serta foto dan video, baru nanti hasilnya kita uji publikkan,” ungkap Matheuws.

“Nanti kalo uji hasil sudah ada baru kami adakan Musrembang dengan para tokoh masyarakat, aparat desa, Bapelitbangda, Dinas Sosial Kabupaten Minahasa dan masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Adapun sesuai data yang berhasil dirangkum UPTB pimpinan Matheuws tersebut, desa Makalelon berdasarkan data profil desa tahun 2016 sebanyak 251 jiwa yang ada di 81 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 140 laki-laki dan 111 perempuan.

Baca juga:  Ada Bupati Sitaro-Walikota Kotamobagu dan SAS, Yasti jadi Sopir

Untuk itu, kata Marheuws, sesuai dari survey tersebut, penduduk Makalelon sangat membutuhkan pembangunan tumah tinggal layak huni bagi 180 jiwa, Rehabilitasi sosial RTLH, pengadaan jambanisasi dan septictank, penambahan sarana/prasarana air bersih dan sanitasi masyarakat, serta bantuan sarana/prasarana perkebunan dan pertanian seperti bibit, pupuk dan peralatan.

“Masih banyak yang mereka butuhkan, untuk itu Pemerintah Provinsi Sulut dibawah pimpinan Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw terus menggenjot berbagai program demi mewujudkan masyarakat Sulawesi Utara yang semakin sejahtera dan jauh dari kemiskinan,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Bapelitbang Minahasa, Kepala Dinas Sosial Minahasa, Camat Kakas, Kepal Desa Makalelon, Perangkat desa, Tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.

Diketahui, sesaui data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan jumlah penduduk miskin di Sulut pada Maret 2017 sekitar 198,88 ribu jiwa yang turun sekitar 1.4 ribu jiwa dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2016 yang berjumlah 200,35 ribu jiwa.(sco)

Pos terkait