Asam Urat Kambuh Saat Mandi, Petani Ini Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai

Posisi jenazah almarhum Abner Papuling saat ditemukan pertama kali oleh saksi yang meninggal diduga karena asam uratnya kambuh sehingga terpeleset dan kepalanya terbentur di batu. (Foto : ist)

indoBRITA,Sangihe- Warga Kampung Pelelangen Kecamatan Tabukan Tengah digegerkan dengan penemuan jasad seorang lelaki di sungai Balangseke, Rabu (18/10/17).

jasad ini akhirnya diidentifikasi bernama Abner Papuling (62) petani asal kampung setempat yang diduga meninggal karena terpeleset saat hendak mandi karena penyakit asam uratnya mendadak kambuh.

Bacaan Lainnya

Kalep Surah, warga Kampung Bunga Lawang yang menemukan jasad Nege sapaan akrab korban pertama kali, menuturkan, saat itu saksi bersama anaknya Ronal hendak ke kebun mengambil bambu dan kaget saat melintas dekat sungai, mereka melihat sosok tubuh dalam posisi telungkup serta kepala terendam dalam sungai.

Baca juga:  Pemerintah dan Masyarakat Kampung Pananaru Rayakan HUT Kampung Pananaru ke 81 Tahun

“Sekitar pukul 09:00 pagi kami berdua pergi ke kebun untuk mengambil bambu persiapan pernikahan keluarga, saat melintasi sungai Balangseke kampung Palelangen kami berdua melihat sesosok mayat dengan posisi tiarap menggunakan kemeja kotak – kotak dan celana pendek warna abu – abu,” jelas Surah.

Kaget dengan temuan ini, keduanya kemudian mengabarkan pada warga dan diteruskan ke aparat berwajib

Personil Polsek Tabukan Tengah dipimpin Kapolsek Iptu Yulians L Rompas mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan dengan bantuan masyarakat korban dievakuasi ke rumah duka keluarga Makatengkeng – Ampage di Kampung Palelangen.

Pengakuan sepupu korban Edlintje Ampage, diketahui, korban memang setiap harinya pergi mandi atau buang hajat di sungai Balangseke kampung Palelangen dan selama ini korban menderita penyakit darah tinggi dan asam urat.

“Hari Selasa (17/10/17) sekitar pukul 08.00 pagi, korban keluar rumah dan tidak memberitahu tujuannya. Saya menunggu almarhum ini sampai pukul 24.00 malam namun tidak nanti Rabu (18/10/17) sekitar pukul 09.35 saya kaget mendapat kabar dari melalui ponsel bahwa Nege ditemukan sudah meninggal,” tuturnya.

Baca juga:  DPRD Resmi Sahkan RPJMD 2017-2022 Sangihe

Terpisah, Kapolsek Tabukan Tengah Iptu Yulians L Rompas yang dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Anastasia Sentinuwo, korban mengalami luka retak dan memar pada bagian kepala depan akibat benturan dan tidak ada tanda – tanda kekerasan atau penganiayaan.

“Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan bersedia membuat surat pernyataan penolakan otopsi serta korban akan disemayamkan pada pukul 16.00 Wita di pemakaman keluarga,” tukas Rompas.

Sebab-sebab kematian menurut dia, diduga akibat terjatuh dan terbentur batu pada bagian kepala saat mandi ataupun buang hajat.(nty)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *