Menu

Arya Perdana: Pengelolaan Dandes Mulai Diawasi Oleh Polisi

  Dibaca : 314 kali
Arya Perdana: Pengelolaan Dandes Mulai Diawasi Oleh Polisi

indoBRITA, Mitra– Keseriusan pihak Polres Kabupaten Minsel dan Kabupaten Mitra dalam mengawasi Dana Desa (Dandes) di kedua Kabupaten tersebut, dibuktikan dengan 3 tahapan proses pengawasan Dandes. Tiga tahap tersebut ialah Presentatif (cakap dalam pengupulan data), kedua Prefentif(Pencegahan) kemudian terakhir Represif (menekan, mengekang, menindas).

Dikatakan Kapolres Minsel dan Mitra AKBP. Arya Perdana SH.SIK. MS.i kepada sejumlah wartawan biro Mitra bahwa, pihak kepolisian bersama menteri dalam negeri telah menandatanggani MOU tentang pengawasan Dandes di setiap wilayah Kepolisian Republik Indonesia. Dalam Keputusan tersebut, pihak Kepolisian diberikan tanggung jawab penuh mengawasi pengelolaan Dandes di seluruh Indonesia.

“Pengawasan Dandes oleh Pihak Kepolisian kita semua harus memahami terlebih dahulu tiga tahapan dari pihak Kepolisian. Bukan setelah mendapatkan laporan dari masyarakat terus Pihak Kepolisian langsung menetapkan tersangka itu salah,”ujar Kapolres, Selasa (24/10/17) .

Baca juga:  Perwakilan Dua Kubu Bertemu, Masalah Tapal Batas Mitra dan Minahasa Selesai

Dijelaskan Kapolres, tiga tahap tersebut yaitu Presentatif, Prefentif dan Represif. Ini semua harus diketahui terlebih dahulu oleh masyarakat dan LSM, jangan para LSM dan Masyarakat beranggapan. Pihak Kepolisian itu lamban dalam penangganan kasus Dandes, kita harus tahu terlebih dahulu tahapannya.

“Saya terangkan disini kalau bicara tentang Presentatif, Kepolisian harus menggumpulkan data terlebih dahulu. Kemudian masuk dalam tahapan Prefentif yaitu, pencegahan. Pencegahan disini contohnya kalau para Hukum Tua ada laporan keuangannya yang kurang dimintakan harus dikembalikan dengan jangka waktu yang telah disepakati bersama, tetapi jika itu hal tersebut telah kita lakukan terus dari Hukum Tua hanya mengindahkannya. Maka, dari pihak kepolisian langsung mengadakan esekusi (penangkapan). Itulah dinamakan Reprensif,” tegasnya.

Baca juga:  Peduli Penghijauan, Polda Sulut Tanam 2000 Pohon di Mako Brimob Kalasey

Disini juga berdasarkan instruksi Presiden dijakarta belum lama ini kepada seluruh kepolisian yang ada, pihak masyarakat dan LSM sudah tidak boleh lagi meminta ataupun mengumpulkan data Dandes. Karena sekarang ini, pihak Kepolisian sendirilah yang harus mengatasinya.

“Karena itu, saya telah menginstruksikan kepada seluruh Kapolsek yang ada di Wilayah Kepolisian Minsel dan Mitra. Segera mengadakan sosialisasi kepada masyarakat maupun LSM yang ada tentang pengawasan Dandes,” tutupnya. (tjp)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional