Menu

Panglima TNI Tidak Bisa Terbang karena Masalah Protokol, Pihak AS: Dicarikan Pesawat Lain, Tapi Ditolak

  Dibaca : 124 kali
Panglima TNI Tidak Bisa Terbang karena Masalah Protokol, Pihak AS: Dicarikan Pesawat Lain, Tapi Ditolak
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (foto: pjoksatu/ist)

Juru Bicara CBP AS, Daniel Hetlage Sampaikan Penjelasan Lengkap

indoBRITA, Washinton DC – Amerika Serikat menyebut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tidak bisa terbang ke Washington DC akibat masalah protokol. Pihak AS menyebut persoalan itu sudah diselesaikan di hari yang sama meski membuat terjadinya delay, namun Gatot menolak berangkat.

“Penumpang (Jenderal Gatot) dinyatakan bisa terbang dan dipesankan penerbangan lain tapi dia memilih untuk tidak terbang ke AS,” kata Juru Bicara US Homeland Security Department, Dave Lapan seperti dilansir Reuters, Selasa (24/10/2017).

Panglima TNI Jenderal Gatot seharusnya ke AS untuk menghadiri Chiefs of Defence conference on country violent Extremist organizations (VEOs) yang akan dilaksanakan tanggal 23-24 Oktober 2017 di Washington DC. Acara tersebut diinisiasi oleh pemimpin tertinggi Marinir AS Jenderal Joe Dunford.

Pesawat Emirates yang sedianya membawa Gatot dijadwalkan bertolak pukul 13.00, Sabtu (21/10) kemarin dari Bandara Cengkareng. Lapan menjelaskan bahwa Kedubes AS di Jakarta sudah memberi tahu kantor Jenderal Gatot bahwa penerbangannya mungkin tertunda karena protokol keamanan AS. Dia menolak untuk merinci protokol keamanan apa yang mengakibatkan Gatot ditolak terbang

Baca juga:  Menulis isu sensitif, Jurnalis harus lakukan hal ini

Lapan menegaskan bahwa Pemerintah AS selalu memastikan orang yang bepergian ke Amerika Serikat diperiksa dengan benar. “Kami menyesal bahwa penumpang (Jenderal Gatot) dan istrinya merasa tidak nyaman,” ungkapnya.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto mengatakan Jenderal Gatot sudah mengantongi visa ke AS. Jenderal Gatot juga sudah beberapa kali ke AS dan tidak ada masalah.

Terkait penolakan itu, detikcom mencoba menghubungi pihak CBP USA untuk meminta konfirmasi. Salah seorang juru bicara CBP AS, Daniel Hetlage, merespons permintaan konfirmasi itu. Dia menjawab mewakili Department of Homeland Security (DHS) atau Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat.

Menurut dia, pada Sabtu, CBP USA menerima informasi dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta bahwa Jenderal Gatot akan berkunjung ke AS. Di Bandara Soekarno-Hatta, sesuai protokol keamanan Amerika Serikat, Jenderal Gatot pun menjalani serangkaian prosedur pemeriksaan.

“Upaya dilakukan oleh Customs and Border Protection AS dan Departemen Luar Negeri AS untuk mengatasi penolakan dan membersihkan penumpang untuk perjalanan sebelum penumpang tiba di bandara (AS),” kata Daniel.

Baca juga:  BWF Sematkan Gelar Pemain Putra Terbaik Dunia 2017 kepada Kevin/Marcus

“Sayangnya, dia ditolak (untuk boarding),” tambah Daniel.

Pihak CBP dan Kedubes AS di Jakarta berkoordinasi untuk mengatasi masalah penolakan tersebut. Setelah dinyatakan clear dan Jenderal Gatot dinyatakan bisa ke Amerika, pihak CBP dan kedutaan pun mencarikan tiket maskapai lain. Namun solusi itu ditolak Jenderal Gatot dan rombongan.

“Penumpang itu diberi nomor penerbangan lain dan masuk ke board. Dia (Jenderal Gatot) memilih untuk tidak bepergian,” kata Daniel.

Kedutaan Besar AS, Departemen Pertahanan AS, termasuk CBP, pun meminta maaf atas ketidaknyamanan Jenderal Gatot dan rombongan. “Kami menyesal bahwa penumpang (Jenderal Gatot) dan istrinya merasa tidak nyaman. Kami berkomitmen untuk kemitraan strategis kami dengan Indonesia sebagai cara untuk memberikan keamanan dan kemakmuran bagi kedua negara kita dan terus berupaya untuk memperdalam hubungan tersebut,” kata Daniel. (sumber detik.com/yan)

 

 

 

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional