Banyak Sorotan, Sorongan Nilai Kepala BPJN XV Gagal Emban Tugas

  • Whatsapp
Jefrey Sorongan (foto: jefrey fb)

indoBRITA, Manado-Balai Pelaksanaan Jalan  dan Jembatan (BPJN) Wilayah  XV yang membawahi dua Provinsi,  Sulut dan Gorontalo, kini dalam sorotan menyusul lambatnya pengerjaan jalan tol dan pembebasan lahan. Terangkatnya permasalahan tersebut dan banyaknya warga yang mengeluhkan kondisi jalan nasional yang mulai rusak menurut  aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sulut, Jefrey Sorongan sebagai bentuk kegagalan Kepala BPJN XV, Riel Mantik dalam menjalankan tugas.

“Banyak warga yang menyampaikan jalan berlubang di beberapa titik. Memang BPJN melakukan penambalan, tapi itu tak dianggarkan sehinggan terkesan asal jadi,” kata Jefrey kepada wartawan di Manado, Jumat (3/11/2017).

Bacaan Lainnya

Pria yang sudah beberapa kali menghadiri seminar buruh internasional di Prancis dan Belgia ini juga mengaku turun langsung meninjau pelaksanaan proyek jalan tol yang sedang digarap PT Sino Road asal Cina dan PT Hutama Karya. Dari pantauannya itu ia berkesimpulan kalau ada sesuatu yang tak berjalan sebagaimana mestinya.

Baca juga:  Narasumber di Rakornas Pariwisata III, Olly Paparkan Keberhasilan Datangkan Wisatawan ke Sulut

“Pekerjaan jalan tol agak tersendat. Beberapa subkon mengeluh karena belum dibayar dan gambar yang berubah-ubah serta ada keluhan soal pembebasan lahan,” ucapnya.

Jefrey menilai BPJN XV tidak melakukan pengawasan dengan baik.  “Penimbunan jalan tol itu seharusnya menggunakan siput. Tapi, kami belum menemukan penggunaan siput di jalan. Mudah-mudahan data kami keliru. Tapi, seandainya data kami benar maka kualitas jalan tol ini layak dipertanyakan,” ungkapnya.

Ia menuturkan sudah beberapa kali hendak menyampaikan permasalahan-permasalahan tersebut kepada Kepala BPJN. Namun, ruang komunikasi dengan publik tak diberikan. “Kepala BPJN harusnya peka dan mau berdiskusi  dengan semua kalangan yang punya kerinduan membangun bangsa dan negara. Kritik itu dilayangkan publik sebagai bentuk berpartisipasi dalam pembangunan, supaya jalannya pembangunan lebih baik,” ucapnya.

Baca juga:  Sejumlah Pejabat Eselon II Pemprov Sulut Mulai Pandang Enteng

Jefrey mengapresiasi Kepala BPJN XV sebelumnya, Atyanto Busono yang selalu membuka ruang berdiskusi dan mau mendengarkan masukan. “Hanya tujuh bulan di BPJN XV, tapi Atyano sukses mengemban tugas. Namanya harum karena capaian prestasinya tersebut,” katanya.

Aktivis vokal ini menilai Kepala BPJN XV saat ini terkesan tak kooperatif dengan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah Nyiur Melambai.”Kalau tak kooperatif, atau pandang enteng begitu, berarti secara tidak langsung ia mengangkangi kebijakan Presiden Jokowi mempercepat pemerataan pembangunan,” ujar Jefrey lagi

Sayang sampai berita ini diturunkan, Kepala BPJN XV, Riel Mantik tak bisa dihubungi.”Bapak banyak tugas,” kata salah satu staf di BPJN XV kepada warrtawan di kantor BPJN yang terletak di bilangan Minut, tepatnya di jalan Manado-Bitung. (hng/adm)

Pos terkait