Menu

Astaga..!! McDonalds Manado Diduga Tak Daftarkan Karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan

  Dibaca : 502 kali
Astaga..!! McDonalds Manado Diduga Tak Daftarkan Karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan
McDonald's Manado (foto: enji/mm)

indoBRITA, Manado– McDonald’s Manado ditengarai tak  mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan. Aktivis LSM, Noldy Pratasis mengungkap adanya keluhan dari sejumlah karyawan Meikdi (McDonald’s, red) soal tak adanya perlindungan jaminan sosial tersebut.

“Ya, ada aduan kalau Meikdi Manado tak memberikan perlindungan jaminan sosial kepada karyawannya. Sangat disayangkan bila Meikdi sebagai waralaba rumah makan siap saji terbesar di dunia tak mendaftarkan karyawannya ke BPJS,”  kata Ketua PAMI Perjuangan, Noldy Pratasis saat menghubungi media ini, Selasa (7/11/2017).

Sesuai Undang-Undang No.4 Tahun 2004 soal Sistem Jaminan Sosial Nasional, setiap tenaga kerja menurut Noldy berhak mendapat perlindungan jaminan sosial, dan perusahaan wajib mendaftarkan pegawai atau karyawannya.

Noldy Pratasis dalam sesi jumpa pers (foto: noldy fb)

Dalam UU No. 40 Tahun 2004 itu disebutkan soal tata cara pengenaan sanksi administratif kepada pemberi kerja selain penyelenggara negara dan setiap orang, selain pemberi kerja, pekerja, dan penerima bantuan iuran dalam penyelenggaran jaminan sosial. “Pemilik perusahaan yang tidak mendaftarkan tenaga kerjanya ke BPJS akan dikenakan sanksi paling lama 8 tahun kurungan penjara dan pidana denda paling banyak Rp 1 miliar, sesuai dengan UU no. 24 Tahun 2011 Pasal 55. Perusahaan bisa ditutup jika mengabaikan aturan ini,”ucap Noldy.

Baca juga:  DPRD Manado Gelar Rapat Paripurna Dalam Rangka Laporan Pansus dan Penandatanganan Pimpinan

Aktivis vokal ini menyebut karyawan wajib mendapat BPJS berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Hari Tua (JHT) karena tugas yang dilakoninya sangat berisiko. “Misalnya kalau terjadi kebakaran, kecelakaan saat mengantar makanan, dan lain-lain, ya perusahaan harus bertanggungjawab. Itu sebabnya perusahaan wajib menyediakan BPJS buat karyawannya,” ujarnya.

Salah satu mantan karyawan Meikdi Manado sebelumnya sudah menuturkan soal persoalan ini. “Ya memang tak ada BPJS. Pernah ada karyawan yang sakit sedang bertugas, tapi perusahaan tak mau tahu,” ucapnya sembari meminta namanya tak dipublish.

Baca juga:  Front Nasionalis Soekarnois Mandatkan Prabowo-Sandi Kembalikan UUD 45 Asli

Kondisi ini sayangnya tak diketahui kantor pusat di Jakarta. “Setiap kali ada kunjungan dari pusat, karyawan diminta untuk mengaku kalau ada BPJS atau Jamkesmas.  Ya, karyawan terpaksa berbohong karena takut dipecat,” katanya.

Selain soal BPJS, karyawan yang diberhentikan juga menurut dia tak diberi pesangon. “Sementara kalau tak masuk kerja, gaji langsung dipotong,” ungkapnya.

Sayangnya perwakilan Meikdi Manado tak mau memberi statement atau jawaban soal ini.  “Maaf saya tak mau memberi pernyataan. Tolong hapus rekamannya dan jangan ambil gambar saya,” kata Rorie, Asisten Manajer Meikdi Manado. (hng/adm)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Visitor Counter

Pengunjung IndoBrita.co

Today : 1289 Orang

Total Minggu ini : 56873 Orang

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional