Produksi Pertanian dan Peternakan Terus Digenjot

IndoBRITA, Manado – Tahun 2017 ini Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) cukup menggembirakan. Sebab, dua sektro itu menghasilkan produksi lebih baik dari tahun 2016.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut Arie Bororing membeberkan sejumlah peningkatan produksi pada sektor pertanian. Untuk komoditi jagung telah terjadi tiga kali lipat produksi dibandingkan tahun 2016 lalu.

“Realisasinya khusus jagung tahun lalu 581 ton dan untuk 2017 ini angka ramalan sesuai data BPS produksi jagung Sulut mencapai 1,5 juta ribu ton,” ungkap Bororing di ruang kerjanya, Rabu (08/11/17).

“Keberhasilan ini semua berkat motivasi serta dorongan pak Gubernur dan pak Wakil Gubernur Sulut (Olly dan Steven) yang memfokuskan Sulawesi Utara (Sulut) sebagai daerah jagung,” sambungnya.

Baca juga:  Bupati Tetty Launching ‘Cap Tikus 1978’, Petani CT Minsel Bakal Sejahtera

Khusus untuk padi dalam hal mengejar swasembada beras, pada tahun ini telah terjadi kenaikan produksi 7,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk tahun depan dipastikan lebih dari tahun ini. Sebab, banyaknya bantuan mengalir ke sektor ini.

“Kami akan memberikan benih, pupuk kepada petani. Selain itu ada juga alat traktor, alat panen bahkan sampai alat pengeringan siap diberikan pula,” tukasnya.

Sementara untuk sektor peternakan, pihaknya sementara menjalankan program vaksinasi babi hog cholera yang akan disebar di kabupaten/kota.

“Hog cholera pada babi dapat anggaran kurang lebih 8 miliar. Anggaran itu dititipkan pada Balai Besar Veteriner Maros Sulsel tapi kegiatannya dilaksanakan di Sulut,” ujarnya.

Baca juga:  Tiga OPD Ini tak Serius Bahas Ranperda APBD-P 2017

Sulut sendiri dari bantuan itu akan diberikan sebanyak 150 ribu vaksin untuk 150 ribu ekor babi.

“Memang belum semua babi tapi kami prioritaskan babi-babi yang dikelola oleh peternak kecil termasuk masyarakat. Bagi pengusaha-pungusaha besar diharapkan vaksin sendiri untuk hog cholera, karena target pak Gubernur Sulut pada 2018 nanti, Sulut itu sudah bebas penyakit hog cholera sehingga daging babi yang ada di Sulut bisa masuk bebas antar pulau dan ekspor ke negara tetangga seperti ke Filipina,” imbuhnya.(sco)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *