Dhea Wahongan: Mereka Juga Bisa Disebut Pahlawan

  • Whatsapp
Dhea Tamara Wahongan (ist)

Sudah sepantasnya kita sebagai warga Negara Indonesia, untuk dapat menghargai jasa para pahlawan perang yang telah gugur dan berkorban, untuk dapat memberikan kita kemerdekaan.

Dikatakan Dhea Tamara Wahongan, cewek kelahiran Langoan, 13 Juni 2001 ini, Pahlawan adalah pejuang yang telah berkorban. Bukan hanya mengeluarkan keringat, tapi darah tercurah, pantang menyerah, berkorban nyawa, sampai mendapatkan sebuah kemerdekaan.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Pjs Wali Kota Bitung Jadi Irup Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2020

Anak kedua dari Semmy Wahongan dan Linda Rolos ini menuturkan, saat mendengar kata pahlawan, memang yang selalu ada dipikiran kita adalah pahlawan yang telah berkorban bagi negara, dan yang telah gugur dalam peperangan. Akan tetapi, menurutnya, para orang tua, serta guru juga adalah pahlawan tanpa jasa dalam hidup.

“Tak hanya itu, selain mereka ada pula orang-orang disekitar kita yang tidak pernah kita sadari turut serta menjadi pahlawan. Sebagai contoh, mantan pacar yang sudah membuat kita belajar, bagaimana itu move on, seorang penjual kue, yang sudah hadir pas kita lagi lapar, atau petani yang juga sudah membuat kita bisa makan nasi. Kan itu juga bisa kita sebut pahlawan,” ujar cewek yang bersekolah di SLA Tompaso ini dengan tersenyum. (tjp)

Baca juga:  Irup Hari Pahlawan di Mitra, Mamahit Ajak Masyarakat Bersatu

Pos terkait