Tetap di Rel Perjuangan

Herry Kereh (foto: hk dok)

NAMA Hery Kereh tak pernah terhapus dari memori warga Manado, kendati beberapa tahun terakhir ia seperti menghilang di kancah politik. Kiprah mantan anggota DPRD Sulut ini tetap dinanti dan dirindukan oleh sebagian kalangan, meski saat ini banyak muka-muka baru bermunculan.

“Hery Kereh itu ramah, cerdas dan visioner. Sulit untuk melupakan sosok seperti itu. Manado dan daerah ini perlu figur yang baik seperti Herry,” ujar Hendro Kawatak, salah satu tokoh pemuda Sulut kepada wartawan di Manado, Jumat (10/11/2017).

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Kiprah Brilian sang Pianis Andal
Herry Kereh dan istri Debby Kindangen (foto: hk dok)

Boleh jadi ketidakmunculannya selang beberapa tahun terakhir  justru semakin membuat banyak kalangan penasaran. Mereka menanti aksinya. Survei acak sejumlah aktivis di rumah kopi menghasilkan kesimpulan ini. Bahwa masih ribuan warga mendambakan Herker, sapaan akrab mantan Direktur Utama PT Air ini terjun dan eksis lagi di panggung politik.

Herker memang  sosok yang dicintai dan dirindukan. Pembawaannya tenang, ramah dan selalu enjoy  membuat ia cepat beradaptasi dengan siapa saja. Ia juga rajin mengupgrade diri melalui berbagai diskusi, membaca dan sharing dengan senior dan semua elemen.

“Ia seperti fajar dari Timur.  Ia menyinari sekelilingnya dengan pikiran jernih, futuristik dan senantiasa menyebarkan virus kebaikan,” ucap Aji Hermawan, salah satu jurnalis di Manado.

Baca juga:  Dua Hari Minut Jadi 'Anak Emas' Gubernur Sulut Olly Dondokambey
Herry Kereh bersama Dany Sondakh, Joutje Rumondor dan Ruby Rumpesak di Musda Partai Golkar Sulut (foto: hk dok)

Lantas apa tanggapan Herker atas dorongan berbagai kalangan untuk kembali terjun ke panggung politik?  “Terima kasih jika masih ada yang merindukan saya.  Saya bawa ini dalam pergumulan dan doa, Tuhan pasti menunjukkan jalan,” kata suami Deby Kindangen ini.

Herker mengaku ia tetap dalam rel perjuangan. Semangat memperjuangkan kebenaran, menebarkan virus kebaikan dan bergerak menyukseskan program pembangunan tak akan pernah pudar.

“Soal nanti apakah terjun kembali ke panggung politik yang sesungguhnya, itu hal berikutnya.  Tapi yang terpenting adalah bagaimana berkontribusi dan mewarnai pembangunan,” ujar Herker. (hng/adm)

 

 

 

 

 

 

Pos terkait