Lamban, Pelayanan Puskesmas Tatim Dikeluhkan Warga

  • Whatsapp
Kepala Puskesmas Tahuna Timur Debbie Tatawi. (Foto: Ist)

indoBRITA,Sangihe-Pelayanan di Puskesmas Tahuna Timur (Tatim) lamban dan dikeluhkan masyarakat.

informasi yang berhasil dirangkum indoBRITA.co, pengeluhan dari masyarakat terkait lambannya pelayanan ini sudah beberapa kali diutarakan.

Bacaan Lainnya

“Saya cuma mau mengambil surat rujukan dan saya harus antri sama-sama dengan pasien yang ingin berobat dan harus menunggu begitu lama, sedangkan saya juga punya urusan lain yang akan diselesaikan,” jelas salah satu warga yang mengaku telah menunggu dua jam untuk mengantri, Selasa (14/11/17).

Selain itu, mereka juga mengungkapkan entah kekurangan pegawai atau ada hal lainnya namun yang melayani hanya dua orang masing-masing untuk lansia dan umum.
“Akibatnya yang antri di umum menumpuk,” ungkap salah satu warga.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Tahuna Timur Debbie Tatawi diruang kerjanya, menjelaskan hal ini disebabkan adanya peningkatan pasien yang membuat pelayanan menjadi agak lambat.

Baca juga:  Sangihe Dideklarasikan Sebagai Kabupaten Organik

“Kalau yang lalu-lalu pasien hanya berkisar 80 orang di hari Senin dan selasa, untuk hari-hari seterusnya itu hanya berkisar 30-an, jadi pasien digabung, ternyata setelah evaluasi dari bulan Agustus sampai sekarang terjadi peningkatan jumlah pasien dari biasanya 80 naik sampai 100 dan untuk kendala yang terjadi sekarang ini sudah ditemukan jalan keluar dari permasalahan tersebut, tadi kami juga baru bicarakan bahwa kita harus mengubah lagi sistem, bahwa dimana ada pos SKBS dan pos-pos lainnya,” Jelas Tatawi

Selain itu, dirinya juga menambahkan untuk rujukan tidak bisa dibuat jalur khusus. Harus melalui poli karena hanya dokter yang menentukan apakah pasien layak dirujuk atau hanya berobat di puskesmas.

“Sedangkan untuk rujukan kita tidak boleh langsung memberikan begitu saja, yang menentukan rujukan itu sekarang aturannya bukan pasien. Jadi walaupun pasien itu meminta rujukan tetap harus ditentukan oleh dokter,” ujarnya.

Baca juga:  Personel Bidang Humas Polda Sulut Nyatakan Netralitas Polri dalam Pilkada Serentak 2020

Lanjutnya, Puskesmas juga telah menandatangani MoU dengan BPJS bahwa ada 155 diagnosa yang ditangani oleh fasilitas kesehatan primer namun semua belum terpenuhi karena keterbatasan peralatan.

“Sekarang juga kami sedang melakukan sosialisasi, karena kalau kita akan mengikuti seperti kemauan pasien setelah diaudit BPJS kita akan ditegur, jika masyarakat memaksa untuk rujuk disitu kami akan menulis Atas Permintaan Sendiri (APS) dan itu harus membayar di rumah sakit,” katanya lagi.

Lambatnya pelayanan, menurut dia karena ketersediaan dari beberapa poli yang tidak diikut sertakan dengan loket pendaftaran.

“Keterlambatan dalam pelayanan juga disebabkan karena nomor antri SKBS menyeluruh dan metode tidak bisa digunakan lagi,” tambahnya.

Selain itu, Tatawi juga mengatakan, walaupun sekarang telah dibuka lima poli masing-masing poli lansia, poli anak, poli umum, poli gigi dan KIA, tapi hal ini tidak diikuti dengan loket pendaftaran.
“Kami akan membuka loket pendaftaran baru lagi,” tutup Tatawi.(nty)

Pos terkait