Konsumsi Ganja, Gayuh Dihukum 10 Bulan Penjara

  • Whatsapp
foto ilustrasi

IndoBRITA, Manado—Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Manado, menghukum terdakwa Gayuh Suryantara, 10 Bulan penjara karena terbukti menyalahgunakan narkotika jenis ganja.

Ketua Majelis Hakim, Djaniko MH Girsang menyatakan, hukuman tersebut dikenakan bagi terdakwa karena melanggar pasal 127 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Bacaan Lainnya

Atas putusan tersebut, baik Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bastian dan terdakwa menyatakan menerima vonis hakim. Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Gayuh 1 tahun penjara, dengan menggunakan pasal 127 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Baca juga:  Banding Dua Terdakwa MTSN Kawangkoan Ditolak

Seperti diketahui, terdakwa Gayuh yang kesehariannya bekerja sebagai Karyawan Bank Mandiri cabang Manado, Rabu (26/07) lalu, telah didakwa bersalah JPU karena kedapatan memiliki Narkotika jenis Ganja kering.

Dalam dakwaan JPU, dituturkan bahwa terdakwa harus terseret ke ranah hukum berawal September 2016 lalu, ketika dirinya bersama RW alias Aldo, JEBT alias Ko Eka, telah memesan 1kg ganja kering kepada Ibrahim.

Setelah paket ganja itu diterima Aldo dan Ko Eka di perumahan Royal Mountain, Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Malalayang. Pesanan tersebut langsung dibagi-bagi, dan terdakwa mendapat jatah 1 ons ganja.

Aksi terdakwa mengkonsumsi dan memesan barang terlarang itu, lama-kelamaan akhirnya terendus pihak BNN. Dan pada hari Minggu (26/03/2017), bertempat di perumahan Green Hill Residence Ring-Road, pihak BNN yang memperoleh informasi soal keterlibatan terdakwa dalam kasus Narkoba ini, langsung bergerak dan berhasil menemukan barang bukti (babuk) dua paket kecil ganja di dalam lemari pakaian terdakwa. Dari situ, terdakwa kemudian ditangkap untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga:  Lansia Cabul Dituntut 12 Tahun Penjara

Adapun dalam perkara terdakwa Gayuh ini, pihak BNN telah menyita babuk ganja seberat 0,9620 gram. Dan telah memproses hukum terdakwa dengan menggunakan Pasal 111 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.(hng)

 

Pos terkait